Reksa dana memang tidak akan bisa tumbuh sampai dengan 25% per tahun. Namun dalam jangka panjang, tentunya berpotensi untuk terus mengalami kenaikan.
"Bisakah reksa dana naik 25% per tahun? itu pasti tidak," kata Perencana Keuangan Aidil Akbar, dalam acara ngobrol investasi saham dan reksa dana di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (28/10/2015).
Akan tetapi, selalu ada potensi untuk menarik keuntungan dari reksa dana, yaitu dalam jangka menengah dan panjang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Reksa dana, kata Aidil, selalu memiliki ambisi untuk mengalahkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Hal ini dalam beberapa kesempatan pernah terjadi dan bukan tidak mungkin itu akan bisa terulang kembali.
"Selalu ada ambisi untuk mengalahkan IHSG, tadi dalam beberapa catatan ada banyak reksanadana yang berhasil melampui IHSG. Sehingga rata-rata memang melampui IHSG," ujarnya.
Bisakah Reksa Dana Tumbuh 25% per Tahun?
Reksa dana memang tidak akan bisa tumbuh sampai dengan 25% per tahun. Namun dalam jangka panjang, tentunya berpotensi untuk terus mengalami kenaikan.
"Bisakah reksa dana naik 25% per tahun? itu pasti tidak," kata Perencana Keuangan Aidil Akbar dalam acara ngobrol investasi saham dan reksa dana di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (28/10/2015)
Akan tetapi dalam selalua da potensi untuk menarik keuntungan dari reksa dana, yaitu ketika janga menengah dan panjang. "Jangka panjang selalu ada potensi untuk naik. Jadi jangan selalu berpikir langsung melejit saat itu juga namun juga ketika itu dalam jangka tertentu," jelasnya
Reksa dana, kata Aidil selalu memiliki ambisi untuk mengalahkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Hal ini dalam beberapa kesempatan pernah terjadi dan bukan tidak mungkin itu akan bisa terulang kembali.
"Selalu ada ambisi untuk mengalahkan IHSG, tadi dalam beberapa catatan ada banyak reksanadana yang berhasil melampui IHSG. Sehingga rata-rata memang melampui IHSG," ujarnya. (ang/rrd)











































