"Perkembangan reksa dana, unit penyertaan, sama kayak beli bensin, berapa liter, walaupun pasarnya gonjang-ganjing tapi unitnya nambah terus, jadi pemahaman investor mulai tahu, dulu kalau panik jual, jadi unit penyertaan turun, sekarang tidak, kita bisa lihat unit penyertaan nambah terus, jadi ibarat beli bensin harganya turun, malah beli buat disimpan," kata Kepala Bagian Pemantauan dan Analisis Laporan Pengelolaan Investasi OJK, Nelson Siahaan, dalam acara Financial Clinic, di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (28/10/2015).
"Saran saya ketika bapak ibu punya uang ya teruslah reguler, Rp 100.000 bisa investasi reguler sebulan," tambah Nelson.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumlah pelaku dalam kurun waktu 2012-2015:
Hingga September 2015, jumlah Manajer Investasi mencapai 82, Bank Kustodian 17, Asosiasi Pengelola Reksa Dana (APERD) 25, PI Institusi 2, WMI 2.776, WAPERD 19.083, dan PI perorangan 4.
Jumlah produk pengelolaan investasi dalam kurun waktu 2012-2015:
Hingga 23 Oktober 2013, mencapai 1.383. Desember 2012 sebanyak 1.064
Nilai produk pengeloaan investasi dalam kurun waktu 2012-2015:
Desember 2012 sebesar Rp 288,89 triliun. Sementara pada 23 Oktober 2015 mencapai Rp 414,28 triliun.
Jumlah reksa dana menurut jenisnya dalam kurun waktu 2012-2015:
- Reksa Dana saham: Desember 2012 97, 23 Oktober 2015 sebesar 170
- Reksa Dana Campuran: Desember 2012 100, 23 Oktober 2015 sebesar 118
- Reksa Dana Pendapatan tetap: Desember 2012 121, 23 Oktober 2015 154
- Reks Dana Terproteksi: Desember 2012 319, 23 Oktober 2015 396
- Reksa Dana Syariah: Desember 2012 56, 23 Oktober 2015 85
- Reksa Dana Saham, Desember 2012 Rp 69,56 triliun, 23 Oktober 2015 Rp 100,25 triliun
- Reksa Dana Campuran: Desember 2013 Rp 187,59 triliun, 23 Oktober 2015 Rp 271,15 triliun











































