Kepala Divisi Riset PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Poltak Hotraderoβ, menjelaskan bahwa reksa dana yang cocok untuk investasi jangka panjang di atas 15 tahun adalah reksa dana saham. Reksa dana saham cocok misalnya untuk karyawan yang ingin menyiapkan dana pensiun, tapi masih baru memasuki usia pensiun 15 tahun lagi atau lebih.
"Kalau orientasi kita 15 tahun lagi pensiun berarti saya punya ruang lebih agresif. 1 bisnis cycle sekitar 5 tahun. Untuk semua orang yang tidak ada kebutuhan jangka pendek, kebutuhannya lebih dari 5 tahun, bisa lebih luwes untuk investasi yang jangka panjang, misalnya reksa dana saham," ujar Poltak dalam acara Financial Clinic di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (27/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk investasi jangka menengah di atas 5 tahun tapi di bawah 15 tahun, reksa dana yang cocok adalah reksa dana fixed incomeβ. Reksa dana fixed income misalnya bond atau obiligasi yang investment grade, salah satunya surat utang yang diterbitkan pemerintah. Keuntungannya memang tidak sebesar reksa dana saham, tapi resikonya lebih kecil.
"Ada reksa dana fixed income lewat bond atau obiligasi yang investment grade. Itu bisa jadi pilihan. Hasilnya memang nggak lebih tinggi dari saham. Relatif stabil, kalau saham ada naik turunnya," papar Poltak.
Sedangkan untuk jangka pendek kurang dari 5 tahun, reksa dana yang cocok adalah reksa dana pasar uang. Ini cocok misalnya untuk persiapan biaya nikah.
Reksa dana ini isinya adalah instrumen surat utang yang jangkanya pendek, jatuh tempo kurang dari setahun. Risikonya lebih kecil dibanding reksa dana fixed income, keuntungannya pun lebih kecil, tapi masih lebih menguntungkan daripada deposito.
"Kalau jaraknya misal cuma 3 tahun lagi untuk biaya nikah, kurang bijak kalau simpan di reksa dana saham. Maka ada reksadana pasar uang. Ini lebih rendah dari reksa dana fixed income, tapi lebih tinggi dari deposito," katanya.
"Jadi yang cocok untuk jangka panjang adalah reksa dana saham, jangka menengah reksa dana fixed income, jangka pendek reksa dana pasar uang. Kalau kita mau hasil besar, resikonya lebih besar. Tinggal atur saja di antara itu. Sebagai karyawan, pemula, ada banyak pilihan reksa dana. Tergantung kebutuhan, kita atur sesuai kebutuhan," pungkasnya.
(hen/hen)











































