Ekonomi RI Lesu, Bagaimana Investasi Saham Tahun Depan?

Financial Clinic detikFinance dan OJK

Ekonomi RI Lesu, Bagaimana Investasi Saham Tahun Depan?

Muhammad Idris - detikFinance
Kamis, 29 Okt 2015 08:38 WIB
Ekonomi RI Lesu, Bagaimana Investasi Saham Tahun Depan?
Jakarta -

Melemahnya perekonomian tahun ini sempat menyeret harga saham-saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) beberapa waktu lalu. Selain itu, gejolak ekonomi dunia serta dampaknya pada laju pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi masih akan berlangsung tahun depan.

Kondisi ini jadi kekhawatiran sebagian orang untuk berinvestasi di pasar modal. Kepala Divisi Riset Bursa Efek Indonesia (BEI), Poltak Hotradero mengungkapkan, meski diprediksi ekonomi akan berlanjut lesu hingga tahun depan, investasi saham baik lewat pasar modal maupun reksa dana, masih sangat menjanjikan karena terbukti tetap tumbuh meski diterjang krisis.

"Indonesia selalu tumbuh 4,7%, ini bukti fundamental ekonomi kita kuat. Kalau di peringkat dari pertumbuhan ekonomi Indonesia di peringkat 7 di dunia, sayang sekali kalau pertumbuhan ekonomi masyarakat kita karena tak mau berinvestasi," kata Poltak, dalam diskusi berjudul Financial Clinic yang digelar detikFinance bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (28/10/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Poltak mencontohkan, negara-negara lain seperti Brasil, Malaysia, dan Turki yang dianggap kekuatan baru ekonomi dunia justru mengalami dampak krisis lebih parah ketimbang Indonesia.

Apalagi, sambungnya, laju ekonomi Indonesia diprediksi lebih tinggi setelah proyek-proyek infrastruktur mulai digeber di tahun ini.

"Infrastruktur tidak dinikmati sekarang, tapi nanti. Coba bayangkan, sekarang saja investasi masih bisa tumbuh apalagi setelah infrastruktur baik," ujar Poltak.

Meski secara makro ekonomi Indonesia bisa dibilang aman, risiko pasar tetap besar jika masyarakat kurang mendapat cukup informasi pasar modal.

"Di balik saham ada perusahaan. Lihat produk yang dihasilkan perusahaan dan kinerja keuangannya dalam laporan keuangan," tandasnya.

(ang/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads