Menutup perdagangan, Rabu (28/10/2015), IHSG anjlok 65,318 poin (1,40%) ke level 4.608,740. Sementara Indeks LQ45 amblas 14,753 poin (1,82%) ke level 795,980.
Wall Street melonjak tinggi setelah hasil pertemuan dua hari The Federal Reserve (The Fed) memberi sinyal masih ada kemungkinan suku bunga Amerika Serikat (AS) naik di akhir tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini IHSG diperkirakan masih bisa melanjutkan penguatan dengan naik terbatas. Kabar suku bunga The Fed bisa jadi sentimen negatif di mata investor.
Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 naik 49,29 poin (0,26%) ke level 18.952,31.
- Indeks Straits Times menguat 6,59 poin (0,22%) ke level 3.047,10.
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Mandiri Sekuritas
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun sebesar -65 poin (-1,04%) ke 4.608.
Penurunan IHSG yang terjadi merupakan koreksi yang sehat dan wajar, secara umum IHSG masih berada dalam tren kenaikan jangka pendek-menengah. Pergerakan IHSG hari ini, kami estimasi akan menguat terbatas.
Estimasi pergerakan indeks hari ini berada di 4.580 β 4.696.
Indeks bursa AS ditutup menguat signifikan. DJIA 1,13%, S&P500 1,18% dan Nasdaq 1,30%.
Mayoritas indeks saham di Eropa ditutup menguat signifikan seriing dengan kenaikan DJIA. Indeks FTSE100 di Inggris 1,14%, sedangkan indeks DAX di Jerman 1,31% dan CAC di Perancis 0,90%.
Dari Asia, indeks saham ditutup bervariasi. Indeks Hang Seng di Hong Kong 0,11% dan indeks Nikkei225 di Jepang 0,11%.
Emas ditutup di US$ 1.174,21 per troy ounce atau -0,97%. Minyak mentah (OIL WTI) ditutup di US$ 46,17 per barel atau 6,41%.
OSO Securities
Sepertinya penguatan rupiah yang terjadi menjelang pertemuan The Fed tidak mampu memberikan pencerahan bagi IHSG. Untuk kedua kalinya dalam pekan ini IHSG kembali tergerus. Pada perdagangan saham kemarin (28/10), IHSG terkoreksi cukup dalam sebesar 1.40% ke level 4,608.74.
Rata-rata saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia memerah dimana tercatat 186 saham yang mengalami pelemahan. Sekitar 93 saham tidak bergerak dan hanya 101 saham yang mampu menghijau. Investor asing juga membukukan net sell lebih banyak dibandingkan aksi jual pada perdagangan sebelumnya yakni sebesar Rp 372.99 miliar.
Seluruh indeks sektoral berakhir anjlok, menambah sentiment negative terhadap pergerakan IHSG kemarin. Sektor misc industry mengalami koreksi paling dalam yakni sebesar 2.45%. Sedangkan sektor infrastruktur mencatatkan pelemahan 0.19%, lebih rendah dibanding sektor lain.
Para investor di negara Jepang juga masih terlihat berhati-hati dalam bertransaksi selama pertemuan The Fed dan BOJ berjalan. Namun saham Jepang masih menunjukkan angka positif berbeda dengan IHSG dan hanya indeks Nikkei yang mampu bergerak naik dengan mencatatkan kenaikan sebesar 0.67%. Sementara indeks lainnya yang ada di bursa regional kompak melemah dimana Shanghai dan Sensex masuk dalam indeks dengan pelemahan terdalam.
Menjelang pertemuan The Fed bursa Wall Street ditutup menguat cukup signifikan dimana DJIA naik sebesar 1.13%, S&P 500 menguat 1.18% dan Nasdaq memimpin penguatan yakni menguat sebesar 1.30%. Penguatan bursa AS didukung sentiment positif pasca Federal Reserve AS mempertahankan suku bunganya pada hari Rabu kemarin. The Fed mempertegas bahwa suku bunga akan dinaikkan pada Desember mendatang mampu melambungkan bursa AS pada akhir perdagangan dini hari tadi.
Sementara saham Eropa juga naik bersamaan dengan menguatnya saham energy. Saham energy termasuk gainer sektoral dengan kenaikan mencapai 1.8%. Tercatat indeks FTSE 100 naik 1.14% dan DAX juga naik 1.31%. Sedangkan indeks DAX hanya mampu naik tipis di bawah 1% yakni sebesar 0.90%.
Kami memprediksikan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas seiring dengan kabar positif yang mengkonfirmasi penundaan kenaikan Fed Rate. Namun secara teknikal, indicator MACD Histogram, RSI dan Stochastic Oscillator bergerak melemah. Kami prediksikan IHSG akan bergerak di kisaran 4561-4642.
(ang/ang)











































