Investasi Jangan Ditunda-tunda, Ini Alasannya

Financial Clinic detikFinance dan OJK

Investasi Jangan Ditunda-tunda, Ini Alasannya

Lani Pujiastuti - detikFinance
Kamis, 29 Okt 2015 10:52 WIB
Investasi Jangan Ditunda-tunda, Ini Alasannya
Foto: Rachman/detikFoto
Jakarta -

Investasi terbaik adalah investasi yang dilakukan, bukan ditunda-tunda. Ada alasan yang kuat di balik ungkapan ini.

"Karena salah satu teman paling berharga kita untuk investasi adalah waktu. Investasi itu membutuhkan waktu. Semakin panjang waktu kita berinvestasi akan semakin besar yang kita dapatkan. Makin pendek waktunya, makin tinggi volatilitasnya, maka semakin tinggi resikonya,” kata Aidil Akbar, perencana keuangan, ditemui usai Financial Clinic 'Ngobrol Investasi Saham dan Reksa Dana' yang digelar detikFinance dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (28/10/2015).

Keuntungan berikutnya, kata Aidil, dengan mulai berinvestasi sesegera mungkin, alokasi dana yang perlu dikeluarkan untuk berinvestasi jangka panjang tidak terlalu besar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Satu lagi, kalau berinvestasi jangka panjang ngga terlalu besar alokasi dana tiap bulannya. Sebagai contoh karyawan dengan usia 25-30 tahun mau investasi buat pensiun 25 tahun lagi. Pensiun normal di usia 55 tahun. Kalau mau kumpulkan uang Rp 5-10 miliar mungkin cukup dengan investasi Rp 500.000 sampai Rp 1 juta per bulan,” jelas Aidil.

Sesuai tujuan berinvestasi yaitu merencanakan keuangan kita di masa depan. Menurut Aidil, ketika berinvestasi di usia yang semakin bertambah, maka waktu untuk berinvestasi makin pendek. Alokasi dana per bulan pun lebih besar.

"Kalau kita tunda sampai usia 35 tahun bisa-bisa investasinya jadi dobel sampai Rp 1-2 juta per bulan. Jadi semakin lama menunda investasi maka akan semakin mahal dan semakin tinggi biaya yang kita keluarkan," ujarnya.

(ang/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads