"Sampai kuartal III-2015, pasar batu bara global masih dalam tekanan akibat berlebihnya suplai karena banyak perusahaan yang masih berproduksi. Sementara China sudah tidak lagi jadi importir batu bara terbesar," kata manajemen TOBA, dalam laporan keuangan yang disampaikan ke BEI, Kamis (29/10/2015).
Akibatnya, penjualan batu bara perusahaan milik Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan HAM (Menkopolhukam) Luhut Panjaitan berkurang dari sebelumnya 6,1 juta ton menjadi hanya 4,8 juta ton dalam sembilan bulan pertama 2015.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laba kotor perusahaan juga sudah turun 22,6%, dari US$ 66,5 juta di akhir September 2014 menjadi hanya US$ 51,5 juta di September 2015.
Toba Bara merupakan anak usaha dari PT Toba Sejahtra yang mayoritas sahamnya dipegang oleh Luhut. Grup Toba Sejahtra bergerak di bidang energi dan perkebunan.
(ang/dnl)











































