Investor Wait and See, IHSG Menipis 7 Poin

Investor Wait and See, IHSG Menipis 7 Poin

Angga Aliya - detikFinance
Jumat, 30 Okt 2015 11:46 WIB
Investor Wait and See, IHSG Menipis 7 Poin
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menipis 7 poin dan bergerak dalam rentang yang tipis. Banyak investor lakukan aksi tunggu, terkait pembahasan APBN 2016 yang masih berlangsung.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menipis 9,050 poin (0,20%) ke level 4.462,971 kompak melemah bersama bursa Asia. Aksi jual investor asing langsung marak sejak pembukaan perdagangan.

Indeks langsung turun ke titik terendahnya hari ini di 4.441,335. Aksi beli investor domestik sempat mendorong IHSG ke zona hijau tapi hanya sebentar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Sesi I, Jumat (30/10/2015), IHSG turun tipis 7,410 poin (0,17%) ke level 4.464,611. Sementara Indeks LQ45 melemah tipis 0,657 poin (0,09%) ke level 764,869.

Investor domestik masih berani berburu saham, membuat koreksi IHSG sedikit berkurang. Namun koreksi saham-saham unggulan memaksa IHSG tetap di zona merah.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 135.342 kali dengan volume 2,196 miliar lembar saham senilai Rp 2,703 triliun. Sebanyak 108 saham naik, 146 turun, dan 69 saham stagnan.

Bursa-bursa regional mulai balik arah ke teritori positif. Hanya bursa saham Hong Kong dan Indonesia yang masih 'merah'.

Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 naik 107,65 poin (0,57%) ke level 19.043,36.
  • Indeks Hang Seng melemah 44,69 poin (0,20%) ke level 22.775,25.
  • Indeks Komposit Shanghai naik tipis 4,10 poin (0,12%) ke level 3.391,41.
  • Indeks Straits Times menguat tipis 2,34 poin (0,08%) ke level 3.003,85.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Astra Agro (AALI) naik Rp 675 ke Rp 19.975, Blue Bird (BIRD) naik Rp 425 ke Rp 5.775, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 375 ke Rp 43.275, dan HM Sampoerna (HMSP naik Rp 275 ke Rp 92.025.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 700 ke Rp 9.550, Multi Prima (LPIN) turun Rp 550 ke Rp 5.050, Indocement (INTP) turun Rp 250 ke Rp 18.100, dan Link Net (LINK) turun Rp 230 ke Rp 4.270.

(ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads