Benarkah anjloknya pasar saham dalam negeri ini akibat dari pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 oleh pemerintah dan DPR, yang berjalan alot?
Menurut Managing Partner PT Investa Saran Mandiri, Kiswoyo Adi Joe, faktor pembahasan APBN 2016 itu memang memberi sentimen negatif, tapi tidak besar. Faktor penentunya adalah penjualan saham besar-besaran oleh pelaku pasar modal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham berkode HMSP itu merupakan milik PT HM Sampoerna Tbk, yang sudah menerbitkan saham baru melalui mekanisme rights issue. Sahamnya yang dulu tidak likuid, karena hanya beredar sekitar satu persen saja, kini akan jadi likuid dengan total 7,5% saham beredar di publik.
"Nah, nanti 4 November saham HMSP itu akan dimasukkan ke perhitungan IHSG, jadi Fund Manager pada beli, mereka lepas saham-saham blue chip untuk beli HMSP," ujarnya.
Hingga siang hari ini, IHSG turun tipis 7,410 poin (0,17%) ke level 4.464,611. Sementara Indeks LQ45 melemah tipis 0,657 poin (0,09%) ke level 764,869.
(ang/dnl)











































