Informasi-informasi tersebut semakin banyak dan mudah untuk diperoleh mulai dari mengikuti workshop hingga tanya jawab online dengan perencana keuangan independen.
"Paling tidak kita belajar dulu. Jangan cari informasi gegabah. Setelah itu, kita mengerti karena sudah dapat informasi. Kalau mau masuk reksa dana kita bisa minta prospektus dan fund fact sheet," kata Aidil Akbar, perencana keuangan, ditemui usai Financial Clinic βNgobrol Investasi Saham dan Reksa Dana di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (28/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masalahnya tidak semua reksa dana punya fund fact sheet. Kita juga perlu cek perkembangan NAB (nilai aktiva bersih) atau harga per lembar sahamnya berapa, kita lihat dalam jangka panjang," jelasnya.
Invetastasi baru bisa dirasakan return atau pengembaliannya dalam jangka panjang. Maka, saran Aidil, investor pun perlu mereview kinerja reksa dananya dalam jangka panjang secara berkala.
"Namanya investor kan harus lihat jangka panjang. Kita mereview dalam jangka waktu jangan terlalu sering juga. Jangka waktunya bisa 3 bulan sekali, 6 bulan sekali atau satu tahun baru kita nilai reksadana kita performance-nya cukup baik. Atau bisa menilai dengan indeks sebagai pembandingnya," lanjut Aidil.
Itu pun, kata Aidil tidak bisa serta merta bisa menilai ini bagus, itu jelek. Perlu menunggu perkembangan harga saham sampai dua tahun baru kelihatan baik buruknya kinerja reksa dana.
"Kalau performance-nya nggak bagus, bisa kita pindahkan. Kalau baru enam bulan kita belum bisa menilai itu jelek atau bagus," tambahnya.
Bagi investor pemula dan awam barangkali sedikit kesulitan mengartikan dan menilai performance atau kinerja reksa dana tersebut. Banyak cara bisa dilakukan untuk memperoleh informasi terkait reksa dana. Investor bisa berkonsultasi dengan manajer keuangan, perencana keuangan independen hingga mencoba mulai mempelajarinya sendiri.
"Bisa ke perencana keuangan independen seperti saya, atau kita belajar sendiri membuat perbandingan, belajar menghitung. Nanti lama kelamaan akan mengerti. Di awal kita ambil pendidikan, belajar yang banyak," ujar Aidil.
(ang/ang)











































