Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 02 Nov 2015 09:45 WIB

20 Tahun Saham Telkom Melantai di Bursa Efek

Lani Pujiastuti - detikFinance
Perayaan 20 Tahun Telkom IPO di Bursa Efek Indonesia (Lani-detikFinance) Perayaan 20 Tahun Telkom IPO di Bursa Efek Indonesia (Lani-detikFinance)
Jakarta - Hari ini, tepat 20 tahun PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) atau yang biasa disebut Telkom, mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada 4 November 1995, Telkom pertama kali mencatatkan sahamnya di BEI sekaligus merupakan BUMN ke-3 yang menjadi perusahaan terbuka.

Bertempat di Bursa Efek Indonesia, SCBD, Jakarta, Senin (2/11/2015) Telkom pagi ini merayakan 20th Anniversary Telkom IPO (1995-2015) 'Pursuing To Be The King of Digital'.

Hadir dalam acara tersebut, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio dan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida. Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Hari Sampurno serta Direktur Utama PT Telkom Alex J. Sinaga juga hadir.

"Semenjak listed pada 1995, PT Telkom menghasilkan bonus 1.400%, sangat membanggakan bagi masyarakat Indonesia," kata Tito Sulistio dalam sambutannya.

Direktur Utama Telkom, Alex J. Sinaga, berharap agar lebih banyak BUMN bisa mengikuti langkah perusahaannya untuk mencatatkan saham di BEI.

"Terima kasih kepada seluruh stakeholder yang telah membantu Telkom selama ini. Sejak 20 tahun hadir di pasar modal telah memberi banyak manfaat. Semoga menjadi inspirasi perusahaan maupun BUMN lain untuk listing di Bursa Efek Indonesia," kata Alex J Sinaga.

Pemerintah pun mendorong agar BUMN lain bisa semakin banyak yang menjadi perusahaan terbuka, yang sahamnya melantai di BEI.

"Telkom termasuk perusahaan yang awal listing di BEI sejak 1995 hingga saat ini. Menteri BUMN juga tengah mendorong BUMN yang belum sahamnya belum tercatat di BEI agar segera masuk," ujar Fajar Hari.

Telkom, kata Nurhaida, termasuk pioneer BUMN yang tercatat di BEI. "Ini BUMN ketiga yang tercatat di BEI. Telkom juga listing di New York Stock Exchange. Kami sangat mengharapkan BUMN lain bisa tercatat di Bursa Efek Indonesia. Telkom sejak awal mencatatkan diri sudah memberi kontribusi besar di pasar modal. Kami sedang meningkatkan sebanyak mungkin emiten baru untuk bergabung. Pasar modal Indonesia sangat membutuhkan suplai yang tercacat di bursa dan jumlah investor. Sehingga pasar modal kita bisa lebih besar lagi," kata Nurhaida.

Posisi harga saham Telkom pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 09.00 WIB tercatat Rp 2.710 atau naik 1,12%. Tiga menit berlalu, pada 09.03 WIB terus menguat menjadi 2,05%.

Selain merayakan 20 tahun IPO PT Telkom di BEI, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman dukungan pengembangan layanan dan infrastruktur telekomunikasi serta informasi pasar modal Telkom dengan KSEI. 

(dnl/dnl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed