Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini melemah. Dolar AS berada di Rp 13.665 dibandingkan posisi pada perdagangan sore akhir pekan lalu di Rp 13.657.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG berkurang 12,761 poin (0,29%) ke level 4.442,419 di awal bulan November. Pelaku pasar ada yang melepas saham unggulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG menipis 6,300 poin (0,14%) ke level 4.448,880. IHSG sempat naik ke zona hijau tapi turun lagi. Sementara rupiah bergerak lincah.
Koreksi yang dialami IHSG cukup rendah jika dibandingkan dengan bursa-bursa Asia. Beberapa saham unggulan ada yang masih menguat.
Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (2/11/2015), IHSG ditutup naik tipis 9,022 poin (0,22%) ke level 4.464,959. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat tipis 2,676 poin (0,35%) ke level 762,410.
Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 277.302 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 231.753 kali dengan volume 4,882 miliar lembar saham senilai Rp 4,517 triliun. Sebanyak 111 saham naik, 162 turun, dan 70 saham stagnan.
Bursa-bursa Asia menutup perdagangan awal pekan dengan kompak melemah. Pasar saham Jepang anjlok paling dalam dengan koreksi lebih dari dua persen.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:
- Indeks Nikkei 225 anjlok 380,95 poin (2,00%) ke level 18.702,15.
- Indeks Hang Seng turun 135,96 poin (0,60%) ke level 22.504,08.
- Indeks Komposit Shanghai menipis 0,74 poin (0,02%) ke level 3.381,82.
- Indeks Straits Times jatuh 40,59 poin (1,35%) ke level 2.957,76.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Merck (MERK) turun Rp 5.000 ke Rp 135.000, Siloam (SILO) turun Rp 600 ke Rp 10.300, Centex (CNTX) turun Rp 450 ke Rp 14.550, dan Multi Bintang (MLBI) turun Rp 325 ke Rp 9.025.
(ang/dnl)











































