Dituding Banyak Transaksi Semu, Ini Jawaban Direksi Sekawan

Dituding Banyak Transaksi Semu, Ini Jawaban Direksi Sekawan

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Selasa, 03 Nov 2015 08:12 WIB
Dituding Banyak Transaksi Semu, Ini Jawaban Direksi Sekawan
Jakarta - Perdagangan saham PT Sekawan Intipratama (SIAP) dihentikan sementara (suspen). Bursa Efek Indonesia (BEI) menduga banyak transaksi semu terhadap sahamnya.

Perusahaan yang belum lama ini merambah bisnis batu bara tersebut harga sahamnya sudah jatuh cukup dalam beberapa hari terakhir ini. Sahamnya berada di Rp 125 per lembar saat kena suspensi.

Apa tanggapan direksi SIAP atas tudingan ini?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nggak, itu murni market ya mestinya. Setahu kita, kita itu 3 kali disuspen, itu bulan Agustus seminggu kalau nggak salah, September sebulan, ketiga ini, alasannya selalu cooling down, terlalu volatile, itu saja. Ya mestinya kalau ada dugaan atau sangkaan, pasti kita ditindaklanjuti," jelas Corporate Secretary SIAP Herry Priambodo saat berbincang bersama detikFinance di kantornya, Menara Global, Jakarta, Senin (2/11/2015) sore.

Menurutnya, suspensi ini dilakukan murni karena volatilitas di market bukan karena adanya 'kecurangan' seperti apa yang disangkakan.

"Ini kan soal perubahan harga yang signifikan, volume perdagangan, apakah itu berkaitan dengan auto reject setiap hari, itu kita masih belum tahu, kalau data kita kan lapor setiap bulannya, memang ada penurunan kepemilikan saham yang signifikan," terang dia.

Untuk memberikan klarifikasi kepada BEI, Herry mengungkapkan, pihaknya akan memanggil para pemegang saham untuk meminta penjelasan terkait hal tersebut.

Penjelasan ini kemudian akan disampaikan kepada BEI sebagai bentuk klarifikasi atas volatilitas saham SIAP.

"Kalau saham turun berarti dijual ya, seperti kita tahu ya bahwa sumber pendanaan kita itu dari share financing, either itu REPO, placement, itu sebenarnya sudah gede juga, tapi mungkin di bagian-bagian transaksi itu ada permasalahan, tapi saya nggak ngerti ya, kita klarifikasi dengan para pemegang saham. Kamis ada penjelasan dari pemegang saham, baru ke bursa Jumat, nanti ketemu seluruh direksi," imbuh Herry.

(drk/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads