IHSG Diprediksi Lanjutkan Penguatan

Rekomendasi Saham

IHSG Diprediksi Lanjutkan Penguatan

Angga Aliya - detikFinance
Selasa, 03 Nov 2015 08:52 WIB
IHSG Diprediksi Lanjutkan Penguatan
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin menutup perdagangan awal pekan dengan positif setelah seharian negatif. Aksi beli jelang penutupan perdagangan membawa IHSG ke zona hijau.

Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (2/11/2015), IHSG ditutup naik tipis 9,022 poin (0,22%) ke level 4.464,959. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat tipis 2,676 poin (0,35%) ke level 762,410.

Wall Street membuka perdagangan awal November dengan seluruh sektor menghijau, dipimpin saham energi dan kesehatan. Indeks Nasdaq mencapai titik tertingginya dalam 15 tahun terakhir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan waktu setempat, Indeks Dow Jones menguat 165,22 poin (0,94%) ke level 17.828,76, Indeks S&P 500 melonjak ke level 24,69 poin (1,19%) ke level 2.104,05 dan Indeks Komposit Nasdaq menanjak 73,40 poin (1,45%) ke level 5.127,15.

Hari ini IHSG diperkirakan akan bisa melanjutkan penguatan dibantu sentimen positif dari pasar global dan regional. Pelaku pasar juga menanti pengumuman pertumbuhan ekonomi RI.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Hang Seng menanjak 222,95 poin (1,00%) ke level 22.592,99.
  • Indeks Komposit Shanghai naik 13,04 poin (0,39%) ke level 3.338,12.
  • Indeks Straits Times melonjak 42,73 poin (1,44%) ke level 3.017,14.

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Mandiri Sekuritas
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik sebesar 95 poin (0,22%) ke 4.464.

IHSG masih bertahan di support area 4.440-4.450 di hari yang kedua. Dengan mengacu pada kepada indeks global, IHSG berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini.

Estimasi pergerakan indeks hari ini berada di 4.422 – 4.522

Indeks bursa AS ditutup menguat. DJIA 0,93%, S&P500 1,19% dan Nasdaq 1,42%.

Mayoritas indeks saham di Eropa ditutup menguat. Indeks FTSE100 di Inggris 0,01%, sedangkan indeks DAX di Jerman 0,93% dan CAC di Perancis 0,38%.

Dari Asia, indeks saham ditutup turun. Indeks Hang Seng di Hong Kong -1,19% dan indeks Nikkei225 di Jepang -2,10%.

Emas ditutup di US$ 1.133,40 per troy ounce atau -0,73%. Minyak mentah (OIL WTI) ditutup di US$ 46,08 per barel atau -0,67%.

OSO Securities
Di akhir sesi perdagangan Senin (2/11), IHSG berhasil menguat setelah sebelumnya dibuka melemah hingga pertengahan sesi II. IHSG ditutup di level 4,464.96 atau menguat sebesar 0.22%. Penguatan terjadi seiring dengan rilisnya data Nikkei Manufacturing PMI bulan Oktober yang meningkat dari 47.4 menjadi 47.8, serta data Inflasi bulan Oktober 2015 yang berada di level 6.25% dari sebelumnya 6.83% secara year on year. Namun untuk pergerakan rupiah sendiri masih rentan koreksi meski angka inflasi turun drastis. Tekanan jual terlihat berkurang memberikan sedikit sentiment positif terhadap IHSG kemarin. Investor asing membukukan net sell sebesar Rp. 277.30 miliar, jauh lebih rendah dibandingkan dengan akhir pekan lalu. Sementara, saham yang menjadi penggerak utama di pasar regular kemarin sesuai dengan volume tertinggi ada Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM), sedangkan menurut value dipimpin oleh Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), namun keduanya masih mencatatkan pelemahan. Secara sektoral, mayoritas indeks menguat dengan penguatan tertinggi ditempati oleh sektor misc industry yang mengalami peningkatan sebesar 4.46%, kemudian disusul sektor infrastruktur yang naik 1.70%.
Indeks Nikkei jatuh cukup dalam didorong data manufaktur yang mengecewakan dimana permintaan di sektor besi dan baja Jepang anjlok, padahal sektor ini memiliki eksposur yang signifikan ke China. Nikkei terkoreksi sebesar 2.10% ke level 18,683.24. Pelemahan Nikkei juga sejalan dengan Shanghai yang jeblok sebesar 1.70%, diikuti Sensex dan Hangseng yang juga turun masing-masing sebesar 0.72% dan 1.19%.

Bursa Wall Street naik didorong oleh kelompok saham berbasis energy dan industri kesehatan yang juga mencetak kenaikan. Kenaikan pada hari pertama di awal bulan mengikuti kinera bulanan terbaik dari indeks utama dalam empat tahun pada bulan Oktober. DJIA naik 0.94%, S&P 500 menguat 1.19% dan Nasdaq meningkat paling tinggi 1.45%. Selain itu, data manufacturing AS yang juga lebih baik menjadi katalis penggerak bursa Wall Street kemarin.
Sementara itu, bursa Eropa juga mengikuti jejak Wall Street yang mencatatkan kenaikan dimana indeks FTSE 100 menguat tipis 0.01%, CAC 40 naik 0.38% dan DAX naik 0.93%. Menguatnya indeks utama bursa Eropa terjaid seiring dengan positifnya pula data manufacturing Euro Area dari 52 menjadi 52.3.

Kami perkirakan IHSG akan melanjutkan penguatan seiring dengan penantian para pelaku pasar terhadap rilisnya data GDP Growth Indonesia besok. Secara teknikal, indikator MFI masih bergerak melemah. Namun RSI terlihat berusaha melakukan pembalikkan arah. Kami memprediksikan IHSG akan bergerak di kisaran 4425-4504.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads