"Suspensi atas perdagangan saham Sekawan Intipratama di pasar reguler dan pasar tunai dibuka kembali mulai perdagangan sesi I hari ini," kata Kadiv Operasional Perdagangan BEI, Eko Siswanto, dalam keterangan tertulis, Selasa (3/11/2015).
Setelah dibuka, saham berkode SIAP itu langsung jatuh 9,6% atau setara 12 poin ke Rp 113 per lembar. Sampai menjelang sore ini, saham perusahaan tambang batu bara itu masih berada di posisi yang sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harga saham Sekawan turun dari Rp 235 di 16 Oktober 2015, menjadi Rp 125 di 30 Oktober 2015. Direktur Utama BEI, Tito Sulistio, kemarin menduga ada transaksi semu atas saham Sekawan sehingga harus dihentikan.
Dari kabar yang beredar di pasar, saham Sekawan sudah 'digoreng' dan digadai oleh salah satu pemegang saham perusahaan, sehingga harganya naik tinggi dan tiba-tiba anjlok dalam waktu dekat.
Namun kabar penggorengan dan gadai saham ini sudah dibantah oleh manajemen Sekawan. Lihat di berita ini "Ada Rumor Sahamnya 'Digoreng' dan Digadai, Ini Kata Sekawan."
Pada kesempatan yang sama, BEI juga membuka suspensi atas saham PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) dan PT Intan Baruprana Finance Tbk (IBFN) yang kemarin dibekukan.
(ang/dnl)











































