Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini menguat. Dolar AS berada di Rp 13.560 dibandingkan posisi pada perdagangan sore kemarin di Rp 13.665.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menguat 31,701 poin (0,71%) ke level 4.496,660 setelah dapat sentimen positif dari bursa global dan regional. Aksi beli banyak dilakukan investor domestik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG melesat 67,486 poin (1,51%) ke level 4.532,445 melesat paling tinggi di Asia. Aksi beli sudah marak dilakukan sejak pembukaan perdagangan.
Hampir seluruh indeks sektoral bergerak, rata-rata penguatannya lebih dari satu persen. Hanya sektor perdagangan yang jatuh ke zona merah.
Menutup perdagangan, Selasa (3/11/2015), IHSG menanjak 68,127 poin (1,53%) ke level 4.533,086. Sementara Indeks LQ45 melonjak 15,123 poin (1,98%) ke level 777,533.
Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 167,259 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 257.789 kali dengan volume 4,225 miliar lembar saham senilai Rp 5,369 triliun. Sebanyak 169 saham naik, 69 turun, dan 87 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia menutup perdagangan sore ini dengan mixed cenderung menguat. Bursa saham Jepang hari ini libur menyambut Jepang Culture Day.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore hari ini:
- Indeks Hang Seng naik 198,39 poin (0,89%) ke level 22.568,43.
- Indeks Komposit Shanghai melemah 8,39 poin (0,25%) ke level 3.316,70.
- Indeks Straits Times melonjak 30,38 poin (1,02%) ke level 3.004,79.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Prima (LPIN) turun Rp 600 ke Rp 5.400, Siloam (SILO) turun Rp 550 ke Rp 9.750, Blue Bird (BIRD) turun Rp 200 ke Rp 6.000, dan Inti Bangun (IBST) turun Rp 200 ke Rp 2.100.
(ang/dnl)











































