Naiknya laba tersebut didorong oleh peningkatan produksi dari perusahaan terafiliasinya, yaitu PT Newmont Nusa Tenggara (NNT).
"Tahun ini lokasi tambang Batu Hijau yang dikelola oleh NNT telah secara signifikan meningkatkan volume produksi konsentrat tembaga dan emasnya dari periode yang sama tahun lalu. Oleh karenanya, Perusahaan dapat membukukan laba bersih sebesar US$ 8,5 juta. Pencapaian ini merupakan kemajuan dari kuartal lalu dan juga dari tahun sebelumnya," kata Direktur Utama BRMS, Suseno Kramadibrata, dalam siaran pers, Rabu (14/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Produksi emas perusahaan juga naik dari 33.000 oz di kuartal III-2014 menjadi 504.000 oz. Produksi tembaga juga naik jadi 381 juta dari sebelumnnya 88 juta.
"Likuiditas Perusahaan kami juga masih cukup baik dengan rasio pinjaman bersih terhadap ekuits yang masih di level 0,51x di akhir September tahun ini," ujarnya.
Pada perdagangan hari ini, harga saham BRMS tak bergerak di posisi Rp 50 per lembar. Sahamnya diperdagangkan 783 kali dengan volume 279.024 lot senilai Rp 1,4 miliar.
(ang/dnl)











































