Blue Bird Siapkan Rp 1,5 Triliun Tambah 1.500 Armada Baru

Blue Bird Siapkan Rp 1,5 Triliun Tambah 1.500 Armada Baru

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Kamis, 05 Nov 2015 11:22 WIB
Blue Bird Siapkan Rp 1,5 Triliun Tambah 1.500 Armada Baru
Foto: Dewi/detikFinance
Jakarta -

PT Blue Bird Tbk (BIRD) menargetkan bisa menambah sedikitnya 1.500 armada hingga akhir tahun ini. Perseroan menyiapkan dana sekitar sekitar Rp 1,5 triliun untuk memenuhi ekspansinya itu. Saat ini, sudah 1.200 armada terpenuhi.

"Untuk mobil kita tambah 1.500 armada, kalau dari awal tahun hingga sekarang penambahan armada secara total sudah 1.200, untuk di akhir tahun ini kita targetkan bisa 1.500,investasi total sampai akhir tahun Rp 1,4-1,5 triliun, semuanya dana internal karena kita masih dari IPO masih kita pakai," kata Direktur Keuangan Blue Bird Robert R Rerimasie saat ditemui usai pembukaan perdagangan saham, di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (5/11/2015).

Dia menjelaskan, di tengah kondisi perekonomian yang tengah melambat, ditambah persaingan di bisnis transportasi yang semakin ketat, pihaknya tetap berhati-hati dalam melakukan ekspansi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika kondisi ekonomi membaik, kata Robert, tidak menutup kemungkinan perseroan akan melakukan ekspansi secara lebih agresif.

"Kalau kondisi ekonomi membaik, maka kita akan terus menambah armada lebih banyak. Kita masih punya fasilitas perbankan, belum sempat kita pakai, total fasilitas pinjaman kurang lebih Rp 1,2 triliun yang belum kita tarik," kata Robert.

Investasi Tahun Depan Stagnan

Operator taksi biru itu belum bisa ekspansi secara agresif di tahun depan. Dengan melihat kondisi perekonomian saat ini yang tengah melambat, perseroan hanya mematok nilai investasi melalui Capital Expenditure (Capex) di tahun depan sebesar Rp 1,5-1,6 triliun. Angka ini hampir sama dengan investasi di tahun ini.

"Capex, rencana ekspansi tergantung dari kondisi ekonomi, terus terang kita melihat ekonomi di tahun depan belum bullish seperti 2013, 2014, tapi kita masih lihat ada perbaikan. Jumlah capex tidak jauh berbeda seperti di tahun ini yaitu sekitar Rp 1,5-1,6 triliun," ujar Robert.

Dia menyebutkan, dengan total investasi tersebut, perseroan akan menambah jumlah armadanya sekitar 1.600-1.700 unit. Angka tersebut tidak jauh berbeda dengan penambahan armada di tahun ini sebesar 1.500 unit.

"Nambah armada 1.600-1.700. Barangkali penambahan mobil kita tidak akan jauh berbeda dengan tahun ini, mungkin sedikit lebih berani karena konsensus ekonom mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi 5,2-5,3%, dengan asumsi itu kita bisa berani sedikit lebih agresif, maka tahun depan tetap berhati-hati, kalau ternyata ekonominya tidak seperti yang kita harapkan," jelas dia.

Meski demikian, Robert menyebutkan, pihaknya masih berharap jika perekonomian tahun depan bisa lebih baik sehingga kinerja perseroan bisa bergerak lebih kencang.

"Tapi kalau kondisi ekonomi membaik ya bisa lebih tinggi, pendanaan bisa dari bank dan uang internal, EBITDA Rp 1,4 triliun di September, dari segi pendanaan kita tidak punya permasalahan, uangnya siap," imbuhnya.

Tambah 200 Mobilio untuk Layani Penumpang Bandara

PT Blue Bird Tbk (BIRD) menghadirkan armada yang lebih besar dengan muatan lebih banyak yaitu Honda Mobilio. Selama ini, armada yang digunakan mayoritas menggunakan mobil jenis sedan.

Honda Mobilio ini dikhususkan untuk mengantarkan penumpang dari dan ke bandara. Direktur Blue Bird Sigit P. Djokosoetono mengatakan, kehadiran armada Honda Mobilio ini untuk memberikan pilihan kepada masyarakat atas layanan Blue Bird.

Saat ini, total armada jenis Honda Mobilio mencapai 400 unit dan akan ditambah 200 unit di tahun ini. Perseroan telah menyiapkan dana sedikitnya Rp 30 miliar.

"Mobilio ini baru di Jakarta dan juga akan ditambah di kota lain. Total Mobilio 400 unit, mau nambah 200, yang 200 dikali Rp 150 juta, jadi kira-kira Rp 30 miliar, tarifnya sama kayak reguler. Untuk Honda Mobilio itu bagus untuk airport, itu kan memberikan pelayanan lebih baik untuk pelanggan airport," terang dia saat ditemui usai pembukaan perdagangan saham, di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (5/11/2015).

Meski demikian, Sigit mengatakan, porsi sedan akan tetap dominan dalam pelayanan Blue Bird. Selain menyediakan armada Honda Mobilio, pihaknya juga menyediakan layanan mobil jenis MPV untuk muatan yang lebih besar. Tarif yang dikenakan pun sama.

"Tamu akan mendapatkan pilihan lebih baik, ada sedan, Mobilio, MPV. MPV tarifnya sama seperti reguler, kita satu tarif taksi baik MPV maupun reguler. Untuk MPV sendiri kita masih dalam tahap uji coba, saat ini ada 400 unit lebih, akan kita tambah, tapi tetap mayoritas kendaraan sedan. MPV respons pasar cukup baik, terutama customer airport fokus kita melihat banyaknya tamu dan barang yang bisa masuk MPV," jelas dia.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Blue Bird Noni S.A. Purnomo menambahkan, berbagai pilihan yang ditawarkan ini sekaligus menjadi strategi perseroan agar bisa tetap bersaing di bisnis transportasi yang semakin ketat.

"Kita ada MPV, Silver Bird, ada sedan, Mobilio. Menyambung persaingan yang ada, itu kalau motor kan lebih cepat ya tapi pasti ada kekurangan juga, aplikasi online, mereka memang canggih tapi yang penting itu mereka lakukan apa, kemudian kita juga lakukan apa, kita akan tingkatkan aplikasi kita agar lebih user friendly, itu kita akan tetap optimis, aplikasi itu salah satu tools yang ada di Blue Bird, di Blackberry kita juga ada," tandasnya.

(drk/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads