Ekonomi RI Tumbuh 4,73%, IHSG Masih 'Merah'

Sesi I

Ekonomi RI Tumbuh 4,73%, IHSG Masih 'Merah'

Angga Aliya - detikFinance
Kamis, 05 Nov 2015 12:17 WIB
Ekonomi RI Tumbuh 4,73%, IHSG Masih Merah
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum beranjak dari zona merah hingga siang hari ini. Ekonomi Indonesia di kuartal III masih tumbuh lebih rendah dari tahun lalu.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG melemah 11,922 poin (0,26%) ke level 4.600,643. Aksi jual sudah ramai sejak pembukaan perdagangan.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia tumbuh 4,73% di kuartal III-2015, lebih tinggi dari kuartal sebelumnya 4,6%. Namun masih lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu, di atas 5%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Sesi I, Kamis (5/11/2015), IHSG turun 18,687 poin (0,41%) ke level 4.593,878. Sementara Indeks LQ45 berkurang 4,196 poin (0,53%) ke level 790,445.

Saham-saham yang kemarin naik tinggi langsung dilepas investor. Seluruh indeks sektoral di lantai bursa pun terkena koreksi.

Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 115.429 kali dengan volume 2,232 miliar lembar saham senilai Rp 2,294 triliun. Sebanyak 80 saham naik, 159 turun, dan 82 saham stagnan.

Bursa-bursa regional hingga siang hari ini masih bergerak mix dengan kecenderungan menguat. Pasar saham yang melemah adalah Singapura dan Indonesia.

Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 menanjak 222,17 poin (1,17%) ke level 19.149,08.
  • Indeks Hang Seng menguat 52,82 poin (0,23%) ke level 23.106,39.
  • Indeks Komposit Shanghai melonjak 93,12 poin (2,69%) ke level 3.552,76.
  • Indeks Straits Times menipis 0,35 poin (0,01%) ke level 3.040,13.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah BCA (BBCA) naik Rp 250 ke Rp 13.675, Multi Bintang (MLBI) naik Rp 200 ke Rp 9.300, Sarana Menara (TOWR) naik Rp 150 ke Rp 4.250, dan Selamat Sempurna (SMSM) naik Rp 125 ke Rp 5.200.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Merck (MERK) turun Rp 3.000 ke Rp 135.000, Astra Agro (AALI) turun Rp 750 ke Rp 20.125, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 550 ke Rp 47.700, dan Duta Pertiwi (DUTI) turun Rp 350 ke Rp 6.150.

(ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads