IHSG Diprediksi Masih Bergerak Lesu

Rekomendasi Saham

IHSG Diprediksi Masih Bergerak Lesu

Angga Aliya - detikFinance
Jumat, 06 Nov 2015 08:52 WIB
IHSG Diprediksi Masih Bergerak Lesu
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin terpangkas 35 poin terkena sentimen negatif dari pasar saham global. Aksi jual terjadi di saham-saham unggulan yang kemarin sempat naik tinggi.

Menutup perdagangan, Kamis (5/11/2015), IHSG terpangkas 35,332 poin (0,77%) ke level 4.577,233. Sementara Indeks LQ45 terkoreksi 7,627 poin (0,96%) ke level 787,014.

Wall Street ditutup negatif akibat terseret kinerja emiten teknologi dan kesehatan yang kurang menggembirakan. Investor masih menanti laporan tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang akan diumumkan Jumat ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat, Indeks Dow Jones turun 4,15 poin (0,02%) ke level 17.863,43, Indeks S&P 500 kehilangan 2,38 poin (0,11%) ke level 2.099,93 dan Indeks Komposit Nasdaq melemah 14,74 poin (0,29%) ke level 5.127,74.

Hari ini IHSG diperkirakan masih akan bergerak lesu. Aksi jual investor asing bisa memaksa IHSG jatuh lagi ke zona merah.

Pergerakan bursa-bursa Asia pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 menguat 103,36 poin (0,54%) ke level 19.219,77.
  • Indeks Straits Times turun 13,92 poin (0,46%) ke level 3.009,73.


Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Mandiri Sekuritas
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah. Indeks turun sebesar -35 poin (-0,77%) ke 4.577.

Pergerakan IHSG hari akan bergerak bervariasi dengan kecenderungan menurun. Estimasi pergerakan indeks hari ini berada di 4.500 – 4.612.

Indeks bursa AS ditutup melemah. DJIA -0,02%, S&P500 -0,11% dan Nasdaq - 0,29%.

Mayoritas indeks saham di Eropa ditutup bervariasi. Indeks FTSE100 di Inggris - 0,75%, sedangkan indeks DAX di Jerman 0,39% dan CAC di Perancis 0,64%.

Dari Asia, indeks saham ditutup mixed. Indeks Hang Seng di Hong Kong -2,53% dan indeks Nikkei225 di Jepang 0,44%.

Emas ditutup di US$ 1.103,00 per troy ounce atau -0,36%. Minyak mentah (OIL WTI) ditutup di US$ 45,39 per barel atau –2,55%.

OSO Securities
Hari Kamis kemarin (5/11), IHSG tersandung 0.77% atau turun 35.33 poin ke level 4,577.23. Pelemahan terjadi sejak dibukanya market dimana selama sesi perdagangan indeks sempat menguat ke level tertinggi di 4,614.26, namun penguatan tidak berlangsung lama. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang hanya mencapai 4.73%, lebih rendah dari ekspektasi meruntuhkan kepercayaan investor untuk kembali melakukan buying. Saham-saham unggulan yang sempat naik signifikan, kemarin jatuh akibat aksi profit taking yang dilakukan investor domestik. Hanya ada 77 saham yang bergerak naik dan 99 saham yang stagnan. Sementara saham yang jeblok justru lebih banyak yakni 181 saham. Seluruh indeks sektoral berakhir di zona merah, menambah sentiment negative terhadap pergerakan IHSG. Sektor Agri mencatatkan pelemahan paling dalam dimana sektor ini turun sebesar 2.28% disusul mining yang melemah sebesar 0.98%. Investor asing membukukan net buy meski sedikit yakni hanya Rp 66.28 miliar.

Sementara, saham Jepang ditutup mendekati level tertinggi selama 10 pekan pada Kamis kemarin karena pelemahan yen pasca pernyataan Yellen terkait suku bunga AS. Penguatan saham Jepang juga didorong oleh beberapa perusahaan yang mengkonfirmasi kinerja yang cukup baik, khususnya perusahaan yang berdiri di bidang makanan. Nikkei naik sebesar 1.00%. Selain itu, shanghai dan KLSE juga naik, masing-masing mencatatkan kenaikan sebesar 1.83% dan 0.17%. Selebihnya indeks bergerak melemah.

Bursa Wall Street memerah. Saham energi yang turun disertai harga minyak yang kembali tergelincir menyeret bursa Wall Street ke jurang pelemahan. DJIA tutun 0.02%, S&P 500 melemah 0.11% dan Nasdaq turun 0.29%. Para investor masih wait and see terhadap laporan nonfarm payrolls hari ini yang dinilai akan menjadi tolak ukur apakah The Fed akan menaikkan suku bunga pada bulan depan atau tidak.

Berbeda dengan Wall Street, mayoritas saham Eropa justru mencetak penguatan yang didukung oleh laporan pendapatan Jerman Adidas yang cukup baik diikuti dengan Bank Perancis Societe Generale yang naik 4% setelah laba kuartal ketiga naik. Hanya indeks FTSE 100 yang bergerak melemah sebesar 0.75%. Dua indeks lainnya yakni CAC 40 dan DAX naik 0.64% dan 0.39%.

Akhir pekan ini kami perkirakan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan flat. Secara teknikal, indicator stochastic oscillator masih menguat. Namun MFI dan RSI melemah. Kami memprediksikan IHSG akan bergerak di kisaran 4530-4625.



(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads