Saat ini Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bandara tersebut sedang mengerjakan proyek Bandara Kertajati, Jawa Barat, bersama PT Bandara Internasional Jabar. Proyek tersebut menelan dana hingga Rp 1,5 triliun.
Masing-masing pihak akan menyerahkan modalnya sesuai porsi masing-masing. Menurut Dirut AP II, Budi Karya Sumadi, AP punya porsi 51% di proyek tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budi menambahkan, AP II akan bertindak sebagai operator bandara, sementara mitranya akan mengurus hal lain seperti bisnis di sekitar bandara dan lain-lain. Ada beberapa skema pemenuhan dana proyek yang dilakukan AP II
"Polanya obligasi, bisa pinjam (ke bank) dulu terus bisa juga IPO. kalau kita sudah punya earning di atas Rp 5 triliun sudah saatnya kita harus IPO. Tapi itu nanti. Kita jalan terus IPO, target 2018-2019," ujarnya.
Ia berharap Bandara Kertajati bisa rampung pada 2017 nanti. Namun hal itu harus didukung dengan lancarnya pembebasan lahan oleh Pemda Jabar.
"Ya kita harapkan (2017). Pembebasan lahan urusan Pemda," tutupnya.
(ang/ang)











































