Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG turun 13,133 poin (0,29%) ke level 4.553,419 akibat kekhawatiran naiknya suku bunga AS. Sentimen ini juga membuat mata uang Garuda loyo.
Aksi jual langsung ramai sejak pembukaan perdagangan. Alhasil tak satu pun indeks sektoral di lantai bursa yang mampu menguat,
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks sempat jatuh ke titik terendahnya hari ini di 4.491,042. Saham-saham unggulan jadi sasaran aksi jual investor.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 107.387 kali dengan volume 1,878 miliar lembar saham senilai Rp 2,06 triliun. Sebanyak 49 saham naik, 206 turun, dan 60 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia sudah mampu meninggalkan zona merah dan kompak bergerak di teritori positif. Hanya BEI yang ketinggalan di zona merah.
Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Nikkei 225 melonjak 388,33 poin (2,02%) ke level 19.653,93.
- Indeks Hang Seng naik tipis 7,81 poin (0,03%) ke level 22.875,14.
- Indeks Komposit Shanghai menanjak 64,92 poin (1,81%) ke level 3.654,95.
- Indeks Straits Times menguat tipis 0,03 poin (0,00%) ke level 3.010,50.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Merck (MERK) turun Rp 3.000 ke Rp 134.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.075 ke Rp 47.025, Astra Agro (AALI) turun Rp 950 ke Rp 19.075, dan Indocement (INTP) turun Rp 850 ke Rp 18.900.
(ang/wdl)











































