12 Tahun Melantai di Pasar Modal, Saham BRI Melonjak 24 Kali Lipat

12 Tahun Melantai di Pasar Modal, Saham BRI Melonjak 24 Kali Lipat

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Selasa, 10 Nov 2015 10:34 WIB
12 Tahun Melantai di Pasar Modal, Saham BRI Melonjak 24 Kali Lipat
Foto: Dewi/detikFinance
Jakarta - Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) hari ini bertandang ke Bursa Efek Indonesia (BEI). Kali ini, untuk merayakan usianya yang ke-12 sebagai perusahaan publik.

Dalam perjalanannya yang ke-12 tahun ini, kinerja BRI terus melesat. Saat pertama kali melantai di BEI, saham BRI tercatat Rp 875 per lembar dengan kapitalisasi pasar (market cap) di angka Rp 11,47 triliun.

Kini, harga saham emiten berkode BBRI itu melonjak tajam hingga ke level Rp 10.575 per lembar dengan nilai kapitalisasi pasar menembus Rp 263 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hari ini merupakan tahun ke-12 BRI ada di bursa. Pertama kali masuk 10 November 2003. Saat itu harga sahamnya Rp 875, kapitalisasi pasar Rp 11,47 triliun. Penutupan perdagangan kemarin, harga sahamnya sudah Rp 10.575, market cap Rp 263 triliun, berarti naik 24 kali lipat," kata Direktur Utama BRI Asmawi Syam usai membuka perdagangan saham, di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (10/11/2015).

"Ini merupakan kapitalisasi terbesar bank BUMN yang ada di bursa. Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada seluruh stakeholders yang mengantarkan melantai sampai 12 tahun dengan peningkatan kinerja yang luar biasa,” tambahnya.
Β 
Dia mengungkapkan, dengan pencapaian tersebut, bank pelat merah itu masuk dalam 6 besar perusahaan dengan kapitalisasi terbesar di BEI. DIharapkan, ke depan bisa masuk dalam 5 besar kapitalisasi terbesar di bursa saham Indonesia.

"Salah satu yang harus diperhatikan adalah fundamental perusahaan. Tepat 10 November ini hari pahlawan, kita ingin menjadi pahlawan bangsa. Ini juga bertepatan dengan ulang tahun BRI ke-120 tahun, nanti di 16 Desember. Kita merupakan 6 besar di BEI, dan diharapkan bisa menjadi 5 besar,” sebut dia.

Asmawi menambahkan, perseroan akan tetap fokus untuk menggenjot kinerja di bursa saham melalui peningkatan di bisnis korporasi dan juga pasar tradisional atau kerakyatan.

"Kita menjaga pasar modal, menjaga pasar komoditi juga, menjaga pasar tradisional juga, kita jaga dengan baik sehingga power tidak hanya di corporate tapi pasar tradisional," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama BEI Tito Sulistio menambahkan, BRI merupakan salah satu emiten perbankan BUMN dengan kapitalisasi pasar terbesar. Ke depan, diharapkan posisi BRI menjadi semakin baik.

"Hari ini BRI merayakan 12 tahun listed di bursa dengan Rp 261 triliun market cap, BRI salah satu terbesar dari bank BUMN yang listed. BRI mudah-mudahan akan terus meningkat, bukan nomor 6 tapi 5 besar," tandasnya.

Manajemen BRI hari ini membuka perdagangan dengan memencet tombol di lantai perdagangan BEI. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi tadi melemah 35,375 poin (0,79%) ke level 4.464,132.

(drk/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads