Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 48 poin gara-gara muncul aksi jual jelang penutupan perdagangan. Padahal seharian ini IHSG bergerak datar-datar saja.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini menguat. Dolar AS berada di Rp 13.605 dibandingkan posisi pada perdagangan sore kemarin di Rp 13.630.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG melemah 35,375 poin (0,79%) ke level 4.464,132 terseret koreksi pasar saham global dan regional. Aksi jual saham membuat IHSG jatuh ke zona merah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG menipis 1,787 poin (0,04%) ke level 4.497,720. Setelah naik-turun antara zona merah dan hijau, IHSG turun tipis 1 poin di rehat siang ini.
Delapan sektor akhirnya jatuh ke zona merah gara-gara tekanan jual. Hanya sektor aneka industri dan konstruksi yang masih bertahan positif.
Mengakhiri perdagangan, Selasa (10/11/2015), IHSG ditutup anjlok 48,454 poin (1,08%) ke level 4.451,053. Sementara Indeks LQ45 ditutup 13,287 poin (1,73%) ke level 754,703.
Investor asing paling banyak lepas saham. Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 478,307 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 266.983 kali dengan volume 4,711 miliar lembar saham senilai Rp 6,735 triliun. Sebanyak 103 saham naik, 169 turun, dan 75 saham stagnan.
Pasar saham Singapura hari ini tidak berdagang, libur menyambut hari Deepawali. Bursa saham Asia lainnya sore ini rata-rata ditutup melemah kecuali bursa Jepang.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore hari ini:
- Indeks Nikkei 225 naik 28,52 poin (0,15%) ke level 19.671,26.
- Indeks Hang Seng anjlok 325,07 poin (1,43%) ke level 22.401,70.
- Indeks Komposit Shanghai turun 6,40 poin (0,18%) ke level 3.640,49.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 2.800 ke Rp 100.575, Multi Prima (LPIN) naik Rp 400 ke Rp 5.950, Indosat (ISAT) naik Rp 245 ke Rp 4.795, dan SMART (SMAR) naik Rp 225 ke Rp 4.900.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 1.300 ke Rp 35.400, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.075 ke Rp 46.400, Astra Agro (AALI) turun Rp 625 ke Rp 18.700, dan Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 375 ke Rp 7.100.











































