Akibat pembekuan ini manajemen perusahaan mengaku mengalami rugi lantaran peluang mendapat pemasukan dari biaya jasa alias Fee transaksi selama satu hari tersebut hilang.
"Dalam sehari, kami transaksi kami rata-rata Rp 40-50 miliar. Kami menerapkan fee transaksi sebesar 0,25%. Jadi bisa dihitung dari situ loss (kerugian) kita," kata Direktur Millenium Danatama, Justin Peranginangin, di Jakarta,
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelunya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membekukan operasi tiga broker terkait isu 'goreng' saham PT Sekawan Intipratama Tbk (SIAP). Yakni, PT Reliance Securites, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Millenium Danatama Sekuritas.
Ketiganya diduga tidak menjalankan prosedur pengendalian internal yang memadai dalam operasionalnya. Mulai perdagangan Sesi I kemarin, BEI melarang tiga broker tersebut beroperasi sampai ada pengumuman lebih lanjut.
Hari ini ketiganya sudah bisa beroperasi lagi setelah mendapat persetujuan pencabutan status suspen dari BEI.
(dna/ang)











































