Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini stagnan. Dolar AS berada di Rp 13.600 sama seperti posisi pada perdagangan sore kemarin.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 7,066 poin (0,16%) ke level 4.458,655. Posisi IHSG yang sudah jenuh jual dimanfaatkan investor berburu saham murah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG menguat 24,518 poin (0,55%) ke level 4.476,107 didorong aksi beli investor domestik. Saham-saham unggulan jadi sasaran aksi beli.
Hampir seluruh indeks sektoral di lantai bursa bisa menguat, kecuali sektor aneka industri, pertambangan, dan manufaktur. Investor asing masih terus melepas saham.
Mengakhiri perdagangan, Kamis (12/11/2015), IHSG bertambah 10,636 poin (0,24%) ke level 4.462,225. Sementara Indeks LQ45 tumbuh 2,617 poin (0,35%) ke level 759,329.
Transaksi invetsor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 395,57 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 208.570 kali dengan volume 3,585 miliar lembar saham senilai Rp 4,324 triliun. Sebanyak 140 saham naik, 107 turun, dan 92 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia menutup perdagangan sore ini dengan mixed. Investor masih dibayangi sentimen spekulasi naiknya bunga The Fed bulan depan.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:
- Indeks Nikkei 225 naik tipis 6,38 poin (0,03%) ke level 19.697,77.
- Indeks Hang Seng melonjak 536,75 poin (2,40%) ke level 22.888,92.
- Indeks Komposit Shanghai melemah 17,35 poin (0,48%) ke level 3.632,90.
- Indeks Straits Times turun 21,20 poin (0,71%) ke level 2.960,39.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 2.000 ke Rp 49.000, Sona Topas (SONA) naik Rp 920 ke Rp 4.620, Astra Agro (AALI) naik Rp 550 ke Rp 18.550, dan Bank Mayapada (MAYA) naik Rp 430 ke Rp 2.150.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 3.225 ke Rp 94.675, Mayora (MYOR) turun Rp 700 ke Rp 26.500, Unilever (UNVR) turun Rp 575 ke Rp 34.600, dan Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 350 ke Rp 10.150.
(ang/hen)











































