IHSG Diprediksi Bergerak Negatif

Rekomendasi Saham

IHSG Diprediksi Bergerak Negatif

Angga Aliya - detikFinance
Jumat, 13 Nov 2015 08:54 WIB
IHSG Diprediksi Bergerak Negatif
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin hanya naik 10 poin di tengah perdagangan yang sepi. Dana asing mengalir keluar lantai bursa sekitar Rp 400 miliar.

Mengakhiri perdagangan, Kamis (12/11/2015), IHSG bertambah 10,636 poin (0,24%) ke level 4.462,225. Sementara Indeks LQ45 tumbuh 2,617 poin (0,35%) ke level 759,329.

Wall Street mengalami koreksi terparah dalam satu bulan terakhir. Jatuhnya harga komoditas membuat saham energi dan material dilepas investor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat, Indeks Dow Jones jatuh 1,44% ke level 17.448,07, Indeks S&P 500 kehilangan 1,4% ke level 2.045,97. Indeks Komposit Nasdaq berkurang 1,22% ke level 5.005,08.

Hari ini IHSG diperkirakan masih akan bergerak negatif, apalagi diterpa sentimen dari pasar global dan regional. Investor asing juga cenderung memilih aksi jual saham.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 melemah 174,93 poin (0,89%) ke level 19.522,84.
  • Indeks Straits Times turun 20,45 poin (0,69%) ke level 2.938,56.

Pergerakan bursa-bursa Asia sore hari ini:
Bahana Securities
Pada perdagangan Kamis (12/11) IHSG naik 11 poin (+0,24%) ke level 4.462,23 dengan nilai transaksi di pasar reguler sebesar Rp 3,2 triliun terkena aksi jual asing di akhir sesi pada saham-saham big caps.

5 sektor mengalami kenaikan dipimpin sektor infra dan properti sementara sektor aneka industri, pertambangan, konsumer dan industri dasar mengalami penurunan.

Sebanyak 146 saham mengalami kenaikan, 116 saham mengalami penurunan, 96 saham tidak mengalami perubahan dan 238 saham tidak diperdagangkan.

Saham-saham yang menjadi pendorong bursa a.l. GGRM, BBNI, BMRI, SCMA dan TLKM di mana asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp 420,7 miliar dengan saham-saham yang banyak dijual asing a.l. BBRI, BMRI, TLKM, HMSP dan BBNI.

Secara teknikal, IHSG naik dengan inverted hammer candle dan volume rendah serta terlihat test support MA50. Stochastic oversold sementara RSI dan MACD flat.

Hari ini (13/11) IHSG diperkirakan akan bergerak mixed cenderung menguat di kisaran 4.415-4.500 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. GGRM, BBTN, SMRA, WIKA dan ADHI.

Rupiah (12/11) ditutup flat ke level 13.600 dan hari ini (13/11) diperkirakan akan bergerak di kisaran 13.485-13.720 dengan kecenderungan menguat.

Mandiri Sekuritas
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat dan membentuk gap tipis dibandingkan posisi kemarin. Indeks naik sebesar +10 poin (+0,24%) ke 4.462 setelah bergerak di antara 4.457-4.494.

Pergerakan IHSG hari ini akan menguji support 4.000 seiring dengan penurunan indeks bursa global. Estimasi pergerakan indeks hari ini berada di 4.400 – 4.493

Indeks bursa AS ditutup turun. DJIA -1,44%, S&P500 -1,40% dan Nasdaq -1,22%. Indeks saham di Eropa ditutup turun. Indeks FTSE100 di Inggris -1,88%, sedangkan indeks DAX di Jerman -1,15% dan CAC di Perancis -1,94%. Dari Asia, indeks saham ditutup menguat. Indeks Hang Seng di Hong Kong 2,24% dan indeks Nikkei225 di Jepang 0,03%.

Emas ditutup di US$ 1.084 per troy ounce atau -0,11%. Minyak mentah (OIL WTI) ditutup di US$ 41,60 per barel atau -3,41%.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads