Sahamnya Anjlok Terus, Ini Tanggapan Manajemen Taksi Express

Sahamnya Anjlok Terus, Ini Tanggapan Manajemen Taksi Express

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Jumat, 13 Nov 2015 15:45 WIB
Sahamnya Anjlok Terus, Ini Tanggapan Manajemen Taksi Express
Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham PT Express Transindo Utama (TAXI) karena pergerakan yang tidak wajar. Sahamnya anjlok 56,83% dalam waktu dekat.

Saham operator taksi Express itu turun Rp 179 yaitu dari harga penutupan Rp 135 per 16 Oktober 2015 menjadi Rp 136 per 12 November 2015 kemarin.

Direktur Keuangan TAXI David Santoso mengatakan, kondisi kinerja perseroan saat ini memang sedang tertekan sehingga berimbas pada fluktuasi harga saham perseroan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, David meyakini, tidak ada masalah serius terkait suspensi saham perseroan ini.

"Ekonomi melemah, saham kita merosot drastis. Suspen, saya lihat tidak ada yang perlu dikhawatirkan, yang dilakukan BEI itu untuk mengamankan agar tidak jatuh terlalu dalam, nggak ada yang aneh," ujarnya dalam acara Investor Summit 2015, di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (13/11/2015).

David menjelaskan, anjloknya kinerja perseroan terimbas dari persaingan di bisnis transportasi. Saat ini, marak bisnis transportasi online berbasis aplikasi yang dinilainya ilegal. Ini tentu mengganggu bisnis perusahaan transportasi legal.

"Adanya booming transport ilegal, kalau soal perkembangan IT nggak masalah tapi bisnis yang dilakukan ini tidak sah dan melanggar UU No 22. Kalau dari kinerja memang menurun karena ada persaingan tidak sehat, supir diiming-imingi dengan bonus tidak sehat, transportasi seenak-enaknya menurunkan harga, bisa gratis, besok bisa kasih bonus, β€œ tegas dia.

Ke depan, lanjut David, pihaknya akan terus menciptakan inovasi agar bisa bersaing dengan bisnis sejenis, tentunya dengan persaingan sehat.

"Kita akan buat bisnis IT, selain juga ada call center. Kita tingkatkan layanan pemesanan baik melalui telepon maupun aplikasi,” katanya.

Sebagai informasi, TAXI mencatat penurunan laba yang signifikan. Hingga kuartal III-2015, laba bersih perseroan anjlok hingga 89,84% menjadi Rp 11,075 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 109, 044 miliar.

Meski demikian, perseroan masih membukukan kenaikan pendapatan sebesar Rp 721,406 miliar di kuartal III-2015, atau naik sekitar 13% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 640,148 miliar.

(drk/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads