Menurut data BEI per 28 Oktober 2015, selain publik, ada 4 pemegang saham kakap yang mengendalikan saham SIAP. Mereka adalah Fundamental Resources Pte. Ltd. 33,52%, UBS AG Singapore 6,71%, PT Evio Securities 6,24%, dan PT Asabri (Persero) 6,99%.
Direktur Transaksi dan Kepatuhan BEI Hamdi Hassyarbaini menyebutkan, dari nama-nama tersebut, dua di antaranya sudah dilakukan pemeriksaan. Hasilnya, mereka menyangkal telah melakukan aksi ‘goreng’ dan gadai saham.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hamdi mengatakan, setelah melalui berbagai pemeriksaan selama berjam-jam, mereka menyangkal telah melakukan transaksi semu.
"(Hasilnya) ya beda-beda. Ada yang bilang, ah saya nggak tahu,” katanya.
Selain pemegang saham, Hamdi mengaku masih terus memeriksa secara intensif para broker atau perusahaan sekuritas yang disinyalir ikut terlibat dalam aksi ‘goreng’ dan gadai saham SIAP.
Ketiga broker telah dicabut suspensinya (penghentian sementara perdagangan saham) karena dianggap telah memenuhi permintaan BEI untuk memperbaiki beberapa dokumen yang diminta, salah satunya terkait Know Your Customer (KYC). Ketiga broker itu adalah Danareksa Securities, Reliance Securities, dan Millenium Danatama Sekuritas.
Meskipun suspensi telah dicabut, BEI masih terus mengawasi setiap transaksi yang dilakukan ketiga broker tersebut.
Tak hanya itu, BEI juga masih terus mencari tahu soal keterlibatan broker lainnya terkait ‘goreng’ dan gadai saham SIAP ini.
“Kita masih periksa. Semuanya kan diperiksa, yang 8 itu. Kita mau lihat nih orang-orang terlibat semua nggak. Feeling kita sih ada, tapi kan harus dibuktikan. Mudah-mudahan minggu depan kita panggil lagi. Saya berharap selesai akhir bulan ini,” jelas dia.
(drk/ang)











































