Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Tito Sulistio, menampik anggapan perusahaan terbuka yang punya komisaris mantan jenderal atau pejabat negara tidak melakukan GCG. Justru para jenderal dan mantan pejabat negara ini, kata Tito, membantu penerapan GCG karena sudah berpengalaman.
"Ada syarat (komisaris) independen kok, ada itu peraturannya. Jenderal itu bagus, lebih bagus. Tentara itu sudah ditempatkan di seluruh Indonesia, pengalaman banyak. Baguslah, bekas pejabat bagus," kata Tito ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (17/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yah selama yang penting bagus, bekas pejabat juga sama," jelasnya.
Meski demikian, OJK menilai penerapan praktik CGC di perusahaan Indonesia belum sebaik negara tetangga. Hal ini terlihat dari 50 perusahaan dengan CGC terbaik ASEAN, hanya dua yang berasal dari Indonesia.
(ang/dnl)











































