Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG turun 13,039 poin (0,29%) ke level 4.505,901 terkena aksi ambil untung. Saham-saham yang kemarin menguat jadi sasaran aksi jual investor.
Aksi beli selektif investor domestik berhasil membawa IHSG ke zona hijau. Penguatan IHSG masih tipis, tapi secara perlahan terus menanjak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Posisi tertingginya yang sempat diraih IHSG hari ini di 4.543,678. Investor asing pun mulai ikut memburu saham-saham murah.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 130.879 kali dengan volume 2,21 miliar lembar saham senilai Rp 2,337 triliun. Sebanyak 133 saham naik, 92 turun, dan 77 saham stagnan.
Bursa-bursa regional rata-rata masih bergerak negatif hingga siang ini, kecuali pasar saham China yang naik tipis. Investor masih hati-hati atas spekulasi naiknya bunga The Fed bulan depan.
Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Nikkei 225 menipis 23,21 poin (0,12%) ke level 19.836,60.
- Indeks Hang Seng turun 43,25 poin (0,19%) ke level 22.456,97.
- Indeks Komposit Shanghai naik tipis 2,59 poin (0,07%) ke level 3.619,65.
- Indeks Straits Times melemah 13,84 poin (0,47%) ke level 2.905,99.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Prima (LPIN) turun Rp 550 ke Rp 5.100, Tiga Raksa (TGKA) turun Rp 245 ke Rp 2.355, Bank Mayapada (MAYA) turun Rp 195 ke Rp 1.830, dan Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 150 ke Rp 11.250.
(ang/dnl)











































