Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini melemah. Dolar AS berada di Rp 13.720 dibandingkan posisi pada perdagangan sore pekan lalu di Rp 13.614.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 8,826 poin (0,19%) ke level 4.570,160. Secara perlahan IHSG mulai menuju level 4.600 lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG menguat 13,770 poin (0,30%) ke level 4.575,104 didorong aksi beli selektif investor domestik. Indeks masih bisa menguat di tengah perdagangan yang sepi.
IHSG gagal menembus level 4.600. Aksi jual saham investor asing membuat IHSG jatuh ke zona merah jelang penutupan perdagangan.
Menutup perdagangan awal pekan, Senin (23/11/2015), IHSG turun 20,268 poin (0,44%) ke level 4.541,066. Sementara Indeks LQ45 melemah 6,900 poin (0,88%) ke level 780,548.
Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 26,672 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 182.833 kali dengan volume 3,874 miliar lembar saham senilai Rp 3,7 triliun. Sebanyak 101 saham naik, 144 turun, dan 102 saham stagnan.
Bursa-bursa Asia menutup perdagangan awal pekan dengan kompak melemah. Pasar saham Jepang hari ini tidak berdagang karena libur menyambut hari Labour Thanksgiving.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore hari ini:
- Indeks Hang Seng turun 88,82 poin (0,39%) ke level 22.665,90.
- Indeks Komposit Shanghai melemah 20,18 poin (0,56%) ke level 3.610,31.
- Indeks Straits Times berkurang 10,88 poin (0,37%) ke level 2.907,03.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.750 ke Rp 49.500, Indocement (INTP) turun Rp 700 ke Rp 20.300, SMART (SMAR) turun Rp 485 ke Rp 4.365, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 400 ke Rp 16.675.
(ang/dnl)











































