Rencananya, dalam waktu dekat otoritas pasar modal tersebut akan memanggil PT Reliance Securities dan PT Yuanta Securities Indonesia untuk dimintai keterangan terkait jual-beli saham SIAP.
Ada dugaan jika dua broker tersebut terindikasi gagal bayar atas transaksi saham perusahaan tambang ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal gagal bayar, kata Tito, pihaknya belum bisa menyebut pasti angkanya.
"Ada yang gagal bayar 2 atau 3, Reliance sama Yuanta, saya lupa angkanya, Yuanta bagian jualnya," katanya.
Selain soal broker, Tito menyebutkan, pihaknya juga telah melimpahkan hasil laporan soal pemegang saham pengendali SIAP kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
OJK akan melakukan penyelidikan dan memutuskan soal indikasi keterkaitan atas aksi 'goreng' dan gadai saham SIAP.
"Kita setiap ada tindakan otomatis dilaporkan ke OJK. Belum selesai, nggak gampang periksanya itu," ucap Tito.
(drk/ang)











































