BEI menyebutkan, telah terjadi peningkatan harga dan aktivitas saham milik pengusaha nasional Sandiaga Uno tersebut.
Demikian disampaikan Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Irvan Susandy dalam keterbukaan informasi, Rabu (25/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham BEKS tersebut, perlu kami sampaikan bahwa bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," katanya.
Oleh karena itu, para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa.
Mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya.
Mengkaji kembali rencana corporate action perusahaan tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPs.
Mempertimbangkan berbagai berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.
Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.
Saat ini, harga saham BEKS bertengger di angka Rp 76, turun 5 poin atau 6,17%.
Berdasarkan catatan detikFinance, informasi mengenai PT Bank Pundi Tbk (BEKS) adalah soal rencana akuisisi oleh PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP), anak usaha PT MNC International Bank Tbk (BABP).
Mayoritas saham Bank Pundi saat ini dikuasai oleh Recapital yaitu sebanyak 68,8%. Recapital adalah perusahaan yang didirikan oleh beberapa pengusaha, antara lain Sandiaga dan Rosan Roeslani.
Recapital membeli Bank Pundi dari keluarga Keluarga Widjaja pada awal 2010. Dulunya bank swasta ini bernama Bank Eksekutif sebelum diubah jadi Bank Pundi.
Belum diketahui berapa nilai pembelian saham Bank Pundi oleh MNC Kapital ini. Hary Tanoesoedibjo belum lama ini membentuk MNC Bank yang dulunya bernama PT Bank Bumiputera.
Berikut komposisi pemegang saham Bank Pundi:
- Recapital 68,8%
- IF Service Netherland BV 13,3%
- Pershing, LLC 10,7%
- Publik 8,1%











































