JK Minta BI Turunkan Suku Bunga, Dirut BEI: Terima Kasih Pak JK

JK Minta BI Turunkan Suku Bunga, Dirut BEI: Terima Kasih Pak JK

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Kamis, 26 Nov 2015 11:15 WIB
JK Minta BI Turunkan Suku Bunga, Dirut BEI: Terima Kasih Pak JK
Foto: Rachman/detikFoto
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) secara tegas meminta Bank Indonesia (BI) untuk menurunkan tingkat suku bunga acuan atau BI rate. Pernyataan tersebut disampaikan langsung kepada Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo dalam Pertemuan Tahunan BI 2015 kemarin malam.

Apa tanggapan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio?

"Terimakasih Pak JK. Setuju. Buat saya begini, simpel saja, kita kan tidak sendirian di dunia. Kalau di dunia itu, jarak antara BI rate dengan inflasi jaraknya negatif, maksimum 2%. Kenapa kita sendirian gede sampai dengan 3%," ujarnya saat ditemui usai pembukaan perdagangan bursa bersama Director of DBS Group Holdings Ltd and DBS Bank Ltd Nihal Kaviratne, di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (26/11/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Tito, saat ini BI rate sudah terlalu tinggi sehingga kurang menarik bagi dunia usaha. Tingginya BI rate ini akan menekan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Tito berharap, BI rate bisa disesuaikan seperti di tahun-tahun sebelumnya, di mana jarak antara inflasi dan BI rate tidak lebih dari 2%.

"Semoga jaraknya tidak terlalu jauh, inflation rate dengan BI rate. Tahun 2012 bedanya cuma sekitar 2%, kalau 2% menarik juga sih karena BI Rate-nya cuma 6,65%," sebut dia.

Lebih jauh Tito menjelaskan, meskipun BI rate dipangkas, ini tidak akan menurunkan minat investor untuk menyimpan dananya di dalam negeri. Dibanding negara lain, suku bunga acuan di Indonesia masih jauh lebih tinggi. Meskipun bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunganya, BI rate masih akan tetap menarik.

Kendati demikian, Tito menyebutkan, soal arah BI rate semua dikembalikan kepada BI sebagai otoritas moneter. Kebijakan BI tidak bisa diintervensi.

"Bagaimana perbedaan antara BI rate dengan inflasi, buat saya itu yang penting. Tapi ini adalah independency Bank Indonesia, tetapi kita hanya bisa menghimbau, kita nggak boleh ikut campur," pungkasnya.

(drk/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads