3 Direksi SIAP Mengundurkan Diri

3 Direksi SIAP Mengundurkan Diri

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Kamis, 26 Nov 2015 20:47 WIB
3 Direksi SIAP Mengundurkan Diri
Kantor PT Sekawan Intipratama (Foto: Dewi/detikFinance)
Jakarta - PT Sekawan Intipratama Tbk (SIAP) pada 23 November 2015 lalu telah menerima surat pengunduran diri tiga anggota direksinya. Pengunduran diri tersebut berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2016.

Ketiga direksi Sekawan yang menyatakan mundur adalah Direktur Utama SIAP M Suluhuddin Noor, Direktur Keuangan Jeffrey Messakh, dan Direktur HRGA Agustanzil Sjachroezah.

Demikian disampaikan Sekretaris Perusahaan SIAP, Herry Priambodo, dalam keterbukaan informasinya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (26/11/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Atas penyampaian pengunduran diri Direksi tersebut, Dewan Komisaris Perseroan telah mengagendakan Rapat Dewan Komisaris pada Kamis, 26 November 2015 pukul 09.00 WIB, guna menetapkan keputusan hal-hal terkait dengan penerimaan surat pengunduran Direksi yang dimaksud, termasuk rencana penyelenggaraan RUPSLB, untuk persetujuan perubahan susunan pengurus sehubungan dengan pengunduran diri Direksi tersebut sesuai dengan perundang-undangan dan ketentuan peraturan yang berlaku.

Perlu diketahui, PT Reliance Securities Tbk (RELI) sempat disomasi 2 broker terkait transaksi saham saham PT Sekawan Intipratama Tbk (SIAP). Satu somasi sudah selesai, sedangkan satu lagi masih dalam pembicaraan.

Dua broker yang melayangkan somasi adalah Yuanta Securities (FS) dan Trust Securities (BR). Menurut Direktur Reliance, Esterlita Widjaja, somasi dari Trust Securities sudah dicabut dan sudah settle dengan skema tanpa ada aliran dana dan barang.

Reliance juga masih harus menyelesaikan masalah transaksi dengan 9 broker lainnya. Total nilai transaksinya yang belum terselesaikan adalah Rp 101 miliar.

Beberapa transaksi yang masih dilakukan negosiasi adalah dengan broker NH Korindo Securities (XA), Bosowa Securities (SA), First Asia Capital (PC), Victoria Securities (MI), dan Sucorinvest (AZ).

Sementara yang sudah settle dengan skema RFOP adalah dengan broker Mahakarya (XL), NC Securities (LH), Profindo Securities (RG), dan Jasa Utama Securities (YB).

Dalam transaksinya tersebut Reliance menilai penyelesaian transaksi memakai skema free of payment (FoP) atas instruksi nasabahnya. Sehingga Reliance tak perlu membayar.

Akan tetapi broker lain menganggap transaksi tersebut menggunakan mekanisme delivery versus payment (DVP). Sehingga ada transaksi yang belum terselesaikan.

Berikut rincian transaksi Reliance dengan masing-masing broker:

  • Yuanta Securities (FS) Rp 19,9 miliar
  • Trust Securities (BR) Rp 9,9 miliar
  • Mahakarya (XL) Rp 5,06 miliar
  • NH Korindo Securities (XA) Rp 2,3 miliar
  • Bosowa Securities (SA) Rp 2,3 miliar
  • NC Securities (LH) Rp 483,3 juta
  • First Asia Capital (PC) Rp 3,84 miliar
  • Victoria Securities (MI) Rp 10,72 miliar
  • Sucorinvest (AZ) Rp 62 miliar
  • Profindo Securities (RG) Rp 3,99 miliar
  • Jasa Utama Securities (YB) Rp 2,09 miliar
(drk/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads