Sejak kasus skandal mencuat ke publik, aktivitas bisnis perusahaan dikabarkan kena imbasnya. Dari pantauan detikFinance di Kantor Pusat SIAP, Menara Global Lantai 15, Jakarta Selatan, praktis tidak terlihat hiruk pikuk karyawan.
Ketika tiba di lobi kantor, tidak ada seorang resepsionis yang menyambut. Merasa tak ada orang, detikFinance berusaha masuk ke dalam kantor. Saat di dalam kantor, tampak bilik-bilik meja dan kursi karyawan kosong.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tinggal kita saja yang tersisa. Banyak yang mengundurkan diri," ujar karyawan Sekawan yang enggan disebutkan nama kepada detikFinance di Kantor SIAP, Jakarta, Jumat (27/11/2015).
Tak banyak informasi yang bisa dikorek dari sang karyawan. Namun, pertanyaan sang karyawan dibenarkan salah satu pegawai Menara Global, tempat Sekawan menyewa kantor.
"Kantornya sekarang sepi mas," tambahnya.
Untung saja, detikFinance bertemu Corporate Secretary SIAP, Herry Priambodo. Herry menampik bila para karyawan SIAP telah mengundurkan diri pasca skandal 'goreng' saham. Ia mengaku karyawan memang jarang di kantor saat mendekati akhir pekan.
"Kalau holding (induk usaha) ada 20 karyawan. Nggak ada pemberhentian atau pengunduran diri karyawan. Kalau hari Jumat pada begini, jarang di kantor," ujar Herry.
Meski demikian, Herry membenarkan bila anak usaha SIAP, PT Indo Wana Bara Mining Coal melakukan perumahan karyawan di lapangan karena aktivitas penambangan batu bara dihentikan sementara.
"Yang di Indo Wana, ada sebagian karyawan yang di rumahnya. Di sana total ada 70-80 karyawan," ujarnya.
(feb/ang)











































