Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini melemah. Dolar AS berada di Rp 13.790 dibandingkan posisi pada perdagangan kemarin sore Rp 13.742.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 2,024 poin (0,04%) ke level 4.599,081. Saham-saham lapis dua kembali jadi incaran investor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG melemah 16,157 poin (0,35%) ke level 4.580,900. IHSG jatuh ke zona merah setelah muncul aksi ambil untung.
Banyak indeks sektoral di lantai bursa yang melemah akibat aksi ambil untung tersebut. Hanya satu sektor yang masih menguat, yaitu sektor konsumer.
Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (27/11/2015), IHSG berkurang 36,497 poin (0,79%) ke level 4.560,560. Sementara Indeks LQ45 mundur 8,137 poin (1,02%) ke level 787,038.
Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 229,845 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 172.428 kali dengan volume 5,982 miliar lembar saham senilai Rp 4,681 triliun. Sebanyak 82 saham naik, 179 turun, dan 78 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia sore ini kompak melemah dengan pasar saham China anjlok hingga 5%. Dugaan kecurangan yang terjadi di 2 broker besar China jadi pemicu aksi jual.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:
- Indeks Nikkei 225 melemah 60,47 poin (0,30%) ke level 19.883,94.
- Indeks Hang Seng anjok 420,62 poin (1,87%) ke level 22.068,32.
- Indeks Komposit Shanghai terjun bebas 199,25 poin (5,48%) ke level 3.436,30.
- Indeks Straits Times turun 25,57 poin (0,89%) ke level 2.859,12.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.600 ke Rp 50.000, Merck (MERK) turun Rp 1.000 ke Rp 130.000, Indocement (INTP) turun Rp 1.000 ke Rp 20.000, dan Multi Prima (LPIN) turun Rp 550 ke Rp 5.225.
(ang/dnl)











































