Harga saham Sekawan nyaris menyentuh level terendah di pasar modal yaitu Rp 50 per lembar. Apa jawaban manajemen Sekawan atas nilai saham saat ini?
Corporate Secretary Sekawan, Herry Priambodo, menjelaskan pihaknya tidak bisa menahan atau menaikkan harga saham dalam waktu seketika pasca suspensi dicabut oleh BEI. Alasannya, pemegang saham publik telah memiliki opini tersendiri terhadap Sekawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski dibayang-bayangi harga saham yang rendah, manajemen saat ini sedang berjuang keras agar SIAP kembali ke kondisi normal. Sekawan melalui anak usahanya, PT Indo Wana Bara Mining Coal (IWBMC), sedang mengurus izin Sebagai Eksportir Terdaftar (ET) agar bisa ekspor batu bara.
"Itu ET, bulan depan terbit. Setelah itu bisa eksbor baru urus modal kerja untuk produksi," jelasnya.
Terkait kasus 'goreng' saham yang sedang ditangani BEI, Herry menjelaskan hal itu berada di ranah pemegang saham utama. Sebagai manajemen, pihaknya tidak tahu-menahu terkait dugaan aktivitas ilegal itu.
"Jawaban kita nggak tahu, itu ranah pemegang saham pengendali. Kita nggak ngerti," jelasnya.
(feb/ang)










































