Rendahnya permintaan alat berat itu karena industri pertambangan dan perkebunan diperkirakan bakal menunda ekspansi. Di sisi lain, hingga Oktober 2015, penjualan alat berat Komatsu oleh UNTR sudah mencapai 1.870 unit.
"Sementara ini target 2016 di bawah 2.100, lebih rendah sekitar 1.900 unit. Ini memang karena kondisi ekonomi juga ya, pertambangan, perkebunan juga lagi pada ngerem ekspansi," ujar Corporate Secretary UNTR Sara K Loebis dalam acara Workshop Wartawan Pasar Modal 2015, di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat (27/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Total investasi perseroan yang dianggarkan melalui Capital Expenditure (Capex) atau belanja modal akan dipangkas menyesuaikan industri alat berat dan batu bara yang sedang lesu.
Di tahun ini, Capex yang dianggarkan dipangkas menjadi hanya US$ 250 juta dari sebelumnya di angka US$ 400 juta. Sedangkan tahun depan, UNTR hanya menganggarkan capex sebesar US$ 250 juta.
"Karena batu bara turun, capex diturunkan jadi US$ 250 juta, sampai September 2015 sudah US$ 215 juta yang terpakai, jadi hampir terpakai semua. Tahun depan US$ 250 juta karena estimasi produksi tahun depan turun jadi pergantian alatnya nggak sebanyak tahun-tahun sebelumnya," tandasnya.
(drk/hns)











































