Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG turun 33,152 poin (0,73%) ke level 4.527,408 mengekor koreksi pasar saham Asia. Jatuhnya pasar saham China memberi sentimen negatif.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini melemah. Dolar AS berada di Rp 13.801 dibandingkan posisi pada perdagangan kemarin sore Rp 13.790.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi, Senin (30/11/2015), IHSG jatuh 40,689 poin (0,89%) ke level 4.519,871. Sementara Indeks LQ45 anjlok 10,803 poin (1,37%) ke level 776,235.
Aksi jual didominasi investor asing. Indeks pun sama sekali tidak menyentuh teritori positif hari ini, dengan posisi terendahnya di 4.511,969.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 181.612 kali dengan volume 6,211 miliar lembar saham senilai Rp 5,209 triliun. Sebanyak 60 saham naik, 259 turun, dan 68 saham stagnan.
Bursa-bursa regional siang ini rata-rata masih bergerak negatif. Hanya pasar saham Singapura yang berhasil menguat sendirian.
Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Nikkei 225 turun 142,34 poin (0,72%) ke level 19.741,60.
- Indeks Hang Seng melemah 53,02 poin (0,24%) ke level 22.015,30.
- Indeks Komposit Shanghai jatuh 60,92 poin (1,77%) ke level 3.375,39.
- Indeks Straits Times menguat 10,98 poin (0,38%) ke level 2.870,10.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 950 ke Rp 37.550, Indocement (INTP) turun Rp 700 ke Rp 19.300, Matahari (LPPF) turun Rp 600 ke Rp 15.850, dan Siloam (SILO) turun Rp 350 ke Rp 9.425.
(ang/dnl)











































