IHSG Berpeluang Rebound

Rekomendasi Saham

IHSG Berpeluang Rebound

Angga Aliya - detikFinance
Selasa, 01 Des 2015 08:56 WIB
IHSG Berpeluang Rebound
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin terpangkas hingga 2,5% gara-gara marak aksi jual jelang penutupan perdagangan, IHSG balik lagi ke level 4.400.

Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (30/11/2015), IHSG ditutup anjlok 114,102 poin (2,5%) ke level 4.46,458. Sementara Indeks LQ45 ditutup jatuh 31,576 poin (4,01%) ke level 755,462.

Wall Street terkena koreksi akibat melemahnya saham-saham kesehatan dan konsumer. Investor juga menanti kebijakan baru dari The Federal Reserve (The Fed) yang akan dikeluarkan bulan ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, Indeks Dow Jones melemah 78,57 poin (0,44%) ke level 17.719,92, Indesk S&P 500 kehilangan 9,65 poin (0,46%) ke level 2.080,46 dan Indeks Komposit Nasdaq berkurang 18,86 poin (0,37%) ke level 5.108,67.

Hari ini IHSG diperkirakan punya peluang untuk rebound setelah kemarin anjlok tiba-tiba. Banyak saham unggulan yang harganya murah setelah kemarin melemah.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
Indeks Nikkei 225 menguat 175,99 poin (0,89%) ke level 19.923,46.
Indeks Straits Times naik 13,05 poin (0,46%) ke level 2.868,99.

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Bahana Securities
Pada perdagangan Senin (30/11) IHSG turun 114 poin (-2,5%) ke level 4.446,56 dengan nilai transaksi di pasar reguler sebesar Rp 9,1 triliun setelah hampir semua saham big caps terkena aksi jual asing di tengah ekspektasi semakin dekatnya kenaikan fed rate.

Seluruh sektor mengalami penurunan dipimpin sektor finance, misc-industry dan infra. Sebanyak 83 saham mengalami kenaikan, 185 saham mengalami penurunan, 72 saham tidak mengalami perubahan dan 256 saham tidak mengalami perdagangan.

Saham-saham yang menjadi pemberat bursa a.l. PGAS, INTP, BBCA, BMRI dan ASII di mana asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp 1,3 triliun dengan saham-saham yang banyak dijual asing a.l. BBCA, BMRI, BBRI, BBNI dan ASII.

Secara teknikal, IHSG turun disertai volume dan close dibawah MA50. Stochastic negatif sementara RSI dan MACD deathcross.

Hari ini (1/12) IHSG diperkirakan akan melemah di kisaran 4.415-4.500 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. ICBP, SRIL, PWON, ACES dan BMTR.

Rupiah (30/11) ditutup melemah ke level 13.833 dan hari ini (1/12) diperkirakan akan bergerak di kisaran 13.750-13.925 dengan kecenderungan melemah.

Mandiri Sekuritas
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi signifikan di sesi pre- closing hari kemarin. Indeks turun sebesar -114 poin (-2,5%) ke 4.446 setelah bergerak di antara 4.446-4.535.

Penurunan IHSG di masa pre-closing pada hari kemarin menjadi sebuah kejutan yang besar ditengah situasi pasar global yang relatif stabil. Yang menarik dari hampir semua saham indeks mover yang turun, rata-rata ditutup di posisi bid dengan antrian yang sangat besar sekali diluar kebiasaan transaksi harian.

Secara Teknikal kami melihat penurunan IHSG masih berada di atas support untuk yang ke empat kalinya semenjak Oktober. Kami melihat ini adalah peluang (buy on weakness) untuk saham-saham big caps dan LQ-45 yang terkoreksi cukup besar, seperti: PGAS, INDF, INTP, JSMR, BBCA, BMRI, WSKT, LPPF, ASII, BBRI,UNVR, BBNI, SMGR, PTPP, GGRM, KLBF, BBTN, TLKM.

Estimasi pergerakan indeks hari ini berada di 4.400 sampai dengan 4.550.

Indeks bursa AS ditutup terkoreksi. DJIA -0,44%, S&P500 -0,46% dan Nasdaq - 0,31%. Indeks saham di Eropa ditutup bervariasi. Indeks FTSE100 di Inggris -- 0,30%, sedangkan indeks DAX di Jerman-0,78 % dan CAC di Perancis 0,56%. Dari Asia, Indeks Hang Seng di Hong Kong -0,33 % , indeks Nikkei225 di Jepang -0,69%.

Emas ditutup di US$ 1.064 per troy ounce atau -0,75%. Minyak mentah (OIL WTI) ditutup di US$ 41,68 per barel atau -0,22%.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads