Surat utang yang dijual senilai masing-masing US$ 2,25 miliar dan US$ 1,25 miliar sehingga totalnya US$ 3,5 miliar (Rp 45,5 triliun).
Seperti dikutip dari siaran pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementrian Keuangan, Rabu (2/12/2015), transaksi ini merupakan bagian dari Program Global Medium Term Notes (GMTN) RI sebesar US$ 40 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Surat utang itu terbagi dalam 2 tenor, yaitu sebagai berikut.
A. Tenor 10 Tahun
1. Jatuh tempo: 8 Januari 2026
2. Yield/Price: 4,80%/99,599%
3. Rating: Baa3/BB+/BBB- (Moody's/S&P/Fitch)
4. Total order book: US$ 5,5 miliar dengan 164 accounts
5. Alokasi: Indonesia 14%, Asia 10%, Europe 14%, US 62% (by region). Fund Manager 75%, Banks 18%, Private Bank 1%, sovereign wealth fund 2%, Insurance|Pension Fund 4% (by type investor).
B. Tenor 30 Tahun
1. Jatuh tempo: 8 Januari 2046
2. Yield/Price: 6,00%/99,299%
3. Rating: Baa3/BB+/BBB- (Moody's/S&P/Fitch)
4. Total order book: US$ 2,6 miliar dengan 151 accounts
5. Alokasi: Indonesia 2%, Asia 22%, Europe 26%, US 50% (by region). Fund/Asset Manager 71%, Banks 6%, Insurance|Pension Fund 21%, private bank 1%, sovereign wealth fund 1% (by type investor).
(ang/rrd)











































