Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG turun 19,373 poin (0,43%) ke level 4.526,490 akibat maraknya sentimen negatif yang beredar. Saham-saham unggulan jadi sasaran aksi jual.
Indeks langsung meluncur ke teritori negatif sejak pembukaan perdagangan pagi tadi. Posisi terendah yang sempat disinggahi IHSG ada di level 4.518,817.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanya dua sektor yang bisa menguat, yaitu industri dasar dana infrastruktur. Delapan sektor lainnya terkena tekanan jual.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 104.660 kali dengan volume 1,779 miliar lembar saham senilai Rp 1,894 triliun. Sebanyak 73 saham naik, 159 turun, dan 65 saham stagnan.
Bursa-bursa regional rata-rata masih bergerak negatif hingga siang ini. Hanya pasar saham China yang bertahan di zona hijau.
Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Nikkei 225 turun 31,42 poin (0,16%) ke level 19.906,71.
- Indeks Hang Seng melemah 60,89 poin (0,27%) ke level 22.418,80.
- Indeks Komposit Shanghai naik 20,80 poin (0,59%) ke level 3.557,71.
- Indeks Straits Times berkurang 10,05 poin (0,35%) ke level 2.873,59.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.225 ke Rp 52.025, Indocement (INTP) naik Rp 375 ke Rp 20.150, Multi Prima (LPIN) naik Rp 325 ke Rp 5.575, dan Matahari (LPPF) naik Rp 200 ke Rp 16.175.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 525 ke Rp 96.500, United Tractor (UNTR) turun Rp 375 ke Rp 16.175, Saratoga (SRTG) turun Rp 290 ke Rp 3.500, dan Indomobil (IMAS) turun Rp 250 ke Rp 2.250.
(ang/hen)











































