"Tahun depan IHSG 5.700, naik sekitar 20%, karena Earning Per Share (EPS) naik 10-10,5%," ujar Direktur dan Kepala Riset Ekuitas Citi Investment Ferry Wongβ dalam Seminar βEconomic and Capital Market Outlook 2016β diAssembly Hall, Plaza Bapindo, Jakarta, Senin (7/12/2015).
Dia menjelaskan, kenaikan IHSG tahun depan didorong oleh beberapa sektor yang terkait dengan program pemerintah di proyek-proyek infrastruktur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saham-saham pilihan Astra, BNI, MAPI, Indocement, PTPP, Adhi Karya. Astra karena harganya sudah turun banyak. MAPI, karena rupiah most of product imported, awal depan kena hit yang cukup besar," katanya.
Sementara itu, Ferry menyebutkan, hingga akhir tahun ini pergerakan IHSG akan berada di kisaran 4.700-4.800. Aksi window dressing yang akan dilakukan emiten di akhir tahun tidak akan berdampak signifikan.
"Akhir tahun saya rasa 4.700-4.800. Window dressing akan ada setiap akhir tahun. Mayoritas window dressing ada di big cap, tapi dampak tidak terlalu signifikan," kata Ferry.
(drk/ang)











































