Emiten sektor perikanan, PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM), menyambut baik berbagai kebijakan yang dilakukan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Kebijakan tersebut membuat jumlah tangkapan ikan nelayan tradisional meningkat.
Β
Beberapa kebijakan pemerintah yang mendukung pertumbuhan industri perikanan seperti moratorium perizinan kapal eks asing, pelarangan transhipment, pelarangan alat tangkap cantrang, hingga penenggelaman kapal pencuri ikan.
Direktur Perseroan, DPUM, Indra Afriadi mengatakan, kebijakan pemerintah tersebut mengubah Indonesia menjadi kekuatan maritim global, melalui pengembangan hubungan internasional untuk perdagangan laut, dan membuat investor semakin tertarik berinvestasi di Indonesia.
"Bu Susi menerapkan kebijakan orang mencuri ikan nggak boleh, itu bagus buat nelayan kecil, ketika kita melaut kita lebih gampang jadinya. Ketika pencuri ikan nggak ada, tangkapan ikan kita jadi lebih banyak," kata dia, saat ditemui usa pencatatan saham perdana DPUM, di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (8/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bobot kapal pencuri ikan bisa 4 ribu ton, 10 kali lipat dari kapal kita. Ketika pencuri ikan nggak ada, tangkapan ikan nelayan kita jadi naik. Sekarang dengan pelarangan transhipment, semua jualan ikan harus di Tempat Pelelangan Ikan (TPI), ekonomi mikro jadi hidup," jelas dia.
Dengan begitu, lanjut Indra, perseroan sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di sektor perikanan optimisme dalam menjalankan bisnis ke depan.
Perseroan menargetkan bisa meraup angka penjualan sebesar Rp 700 miliar di akhir tahun. Hingga Juni 2015, perseroan mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 277,3 miliar atau naik sebesar 131,19% dibandingkan dengan periode yang sa tahun sebelumnya sebesar Rp 119,9 miliar.
Perseroan juga menargetkan bisa membukukan laba bersih hingga akhir tahun sebesar Rp 80 miliar.
Per Juni 2015, laba bersih perseroan naik 154% menjadi Rp 30,6 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 12 miliar.
"Kita buka market sebanyak-banyaknya. Baik di lokal maupun luar negeri. Proyeksi 2016 konservatif, penjualan di atas Rp 1,1 triliun, jika tidak ada halangan bisa achieve 12% laba tahun depan," sebut dia.
Indra menambahkan, dengan dukungan pemerintah melalui kebijakan maritim yang ada saat ini, perseroan siap memajukan industri perikanan lokal ke tingkat dunia.
"Misi kita from Pati to the world tanpa melupakan kesejahteraan maupun kemajuan nelayan serta masyarakat sekitarnya," kata Indra.
(drk/rrd)











































