Incar Proyek LRT Hingga Pembangkit Listrik, Pondasi Raya Bidik Kontrak Rp 1,8 T

Incar Proyek LRT Hingga Pembangkit Listrik, Pondasi Raya Bidik Kontrak Rp 1,8 T

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Kamis, 10 Des 2015 11:42 WIB
Incar Proyek LRT Hingga Pembangkit Listrik, Pondasi Raya Bidik Kontrak Rp 1,8 T
Ilustrasi (Foto: dok. detikFinance)
Jakarta - PT Indonesia Pondasi Raya Tbk (IDPR) tengah membidik beberapa proyek baru, di antaranya pembangunan LRT Palembang, bendungan, jembatan, hingga power plant.

Perseroan menargetkan bisa memperoleh kontrak baru senilai Rp 1,8 triliun di tahun depan. Tahun ini, posisi kontrak baru diperkirakan bisa mencapai Rp 1,3 triliun.

"Tahun depan kita masuk jalur infrastruktur. Sudah ada proyek LRT Palembang, juga ada power plant, bendungan, ada jembatan, mungkin nanti ada proyek airport kita terlibat," ujar Direktur Utama Perseroan Febyan usai pencatatan saham perdana IDPR, di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (10/12/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi pondasi ini melihat peluang besar dalam bisnis di sektor infrastruktur. Hal ini sejalan dengan program Presiden Joko Widodo yang fokus di bidang infrastruktur.

"Kita adalah kontraktor pondasi, kita lihat ke depan prospek masih besar. Apalagi pemerintah mencanangkan infrastruktur dan itu sesuai dengan jenis pekerjaan kami," katanya.

Febyan menyebutkan, saat ini perseroan tengah mengikuti beberapa tender proyek infrastruktur seperti power plant di Tangguh, Bintuni, Papua Barat.

Selain itu, perseroan juga mengikuti tender power plant di Bojonegoro. Perseroan juga tengah mengikuti tender proyek PLTU dan power plant di Cirebon.

"Yang lagi ikut tender power plant ada di Tangguh, Bojonegoro, Cirebon, yang Cirebon ada PLTU juga. Ini masih on tender, tiap proyek rata-rata di atas Rp 100 miliar. Untuk pekerjaan pondasi biasanya periode kontrak 3-6 bulan cepat, karena jangka pendek," kata Febyan.

(drk/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads