Perseroan menargetkan bisa memperoleh kontrak baru senilai Rp 1,8 triliun di tahun depan. Tahun ini, posisi kontrak baru diperkirakan bisa mencapai Rp 1,3 triliun.
"Tahun depan kita masuk jalur infrastruktur. Sudah ada proyek LRT Palembang, juga ada power plant, bendungan, ada jembatan, mungkin nanti ada proyek airport kita terlibat," ujar Direktur Utama Perseroan Febyan usai pencatatan saham perdana IDPR, di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (10/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita adalah kontraktor pondasi, kita lihat ke depan prospek masih besar. Apalagi pemerintah mencanangkan infrastruktur dan itu sesuai dengan jenis pekerjaan kami," katanya.
Febyan menyebutkan, saat ini perseroan tengah mengikuti beberapa tender proyek infrastruktur seperti power plant di Tangguh, Bintuni, Papua Barat.
Selain itu, perseroan juga mengikuti tender power plant di Bojonegoro. Perseroan juga tengah mengikuti tender proyek PLTU dan power plant di Cirebon.
"Yang lagi ikut tender power plant ada di Tangguh, Bojonegoro, Cirebon, yang Cirebon ada PLTU juga. Ini masih on tender, tiap proyek rata-rata di atas Rp 100 miliar. Untuk pekerjaan pondasi biasanya periode kontrak 3-6 bulan cepat, karena jangka pendek," kata Febyan.
(drk/ang)











































