"Dengan ini diumumkan bahwa suspensi atas perdagangan saham Express Transindo di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali," kata Kadiv Operasional Perdagangan BEI, Eko Siswanto, dalam keterangan tertulis, Kamis (10/12/2015).
Sahamnya sudah bisa ditransaksikan kembali mulai perdagangan Sesi I hari ini. Saham operator Taksi Express itu dihentikan gara-gara anjlok 56,83% dalam waktu dekat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak lama setelah sahamnya dihentikan, Direktur Keuangan TAXI, David Santoso mengatakan, kondisi kinerja perseroan memang sedang tertekan sehingga berimbas pada fluktuasi harga saham.
Meski demikian, David meyakini, tidak ada masalah serius terkait suspensi saham perseroan ini.
"Ekonomi melemah, saham kita merosot drastis. Suspen, saya lihat tidak ada yang perlu dikhawatirkan, yang dilakukan BEI itu untuk mengamankan agar tidak jatuh terlalu dalam, nggak ada yang aneh," ujarnya di hari yang sama suspensi diberikan kepada saham TAXI.
Setelah suspensi dibuka, saham TAXI kembali melemah. Kali ini turun 13 poin (9,56%) ke level Rp 123 per lembar. Sahamnya dulu pernah mencapai titik tertinggi di Rp 1.950 per lembar di September 2013.
(ang/dnl)











































