"Sampai awal Januari 2016, Waskita kantongi carry over tahun lalu dan kontrak baru Rp 100 triliun," kata Direktur Utama Waskita M. Choliq pada acara Forum BUMN di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (10/12/2015).
Dari kontrak proyek tersebut, Rp 70 triliun merupakan kontrak pembangunan jalan tol baru. "Rp 70 triliun berasal dari toll road. Itu selesai 2018," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Developer toll road, setidak ada 3-4 komponen supply chain nilai tambah. Kami sebagai investor dapat untung, sebagai kontraktor dapat untung standar 10%, kita punya pabrik beton precast dapat untung juga terus anak usaha pemecah batu juga dapat untung," jelasnya.
Selain sebagai kontraktor, Waskita kini masuk sebagai investor jalan tol. Waskita membidik ruas tol yang mangkrak bertahun-tahun untuk diakuisisi seperti seperti Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), Kanci-Penjagan, Pejagan-Pemalang hingga Pasuruan-Probolinggo.
"Masuk di toll road. Masuk ke konsesi tol road melalui akuisisi. Toll road terbaik diakuisisi adalah yang mangkrak. Misal didesain 20 tahun lalu," jelasnya.
(feb/ang)











































