Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 5,147 poin (0,12%) ke level 4.471,357 berkat aksi beli selektif investor domestik. Indeks bergerak dalam rentang yang tipis.
Indeks hanya sempat menguat di awal perdagangan saja. Setelah naik sampai ke 4.473, IHSG langsung meluncur tajam ke zona merah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham-saham yang kemarin kena koreksi kini diincar oleh investor lokal. Investor asing masih terus-terusan menarik dana dari pasar saham.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 181.612 kali dengan volume 6,211 miliar lembar saham senilai Rp 5,209 triliun. Sebanyak 60 saham naik, 259 turun, dan 68 saham stagnan.
Nilai dan frekuensi transaksi hari ini naik tinggi setelah ada transaksi tutup sendiri di saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp 1,3 triliun di pasar negosiasi.
Bursa-bursa regional rata-rata bergerak negatif gara-gara sentimen negatif dari pasar global. Hanya pasar saham Jepang yang masih bisa menguat.
Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Nikkei 225 melonjak 200,43 poin (1,05%) ke level 19.246,98.
- Indeks Hang Seng turun 148,71 poin (0,69%) ke level 21.555,90.
- Indeks Komposit Shanghai melemah 29,26 poin (0,85%) ke level 3.426,23.
- Indeks Straits Times menipis 1,95 poin (0,07%) ke level 2.846,51.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Surya Essa (ESSA) naik Rp 220 ke Rp 1.820, Siloam (SILO) naik Rp 200 ke Rp 9.700, Multi Bintang (MLBI) naik Rp 175 ke Rp 8.300, dan Blue Bird (BIRD) naik Rp 150 ke Rp 7.000.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 875 ke Rp 96.125, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 875 ke Rp 51.125, Unilever (UNVR) turun Rp 675 ke Rp 34.700, dan Solusi Tunas (SUPR) turun Rp 650 ke Rp 7.500.
(ang/hen)











































